Prostitusi di Pontianak

Praktik Prostitusi Online, Mahmudin: Teknologi, Baik Buruknya Bergantung Penggunanya

Karena itu, jelas baik atau buruknya sangat bergantung pada untuk apa teknologi tersebut digunakan.

Praktik Prostitusi Online, Mahmudin: Teknologi, Baik Buruknya Bergantung Penggunanya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISHAK
Pegiat Teknologi Informasi di Kalbar, Hajon Mahdy Mahmudin. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Diungkapkannya praktik prostitusi online di Pontianak menjadi catatan tersendiri soal pemanfaatan teknologi di dalamnya.

Teknologi yang pada prinsipnya memudahkan manusia, baik buruknya sangat bergantung pada penggunanya.

"Pada dasarnya, teknologi itu hanya alat sama seperti pisau. Dia bisa dipakai untuk motong daging atau bunuh orang, tergantung dari brainware yang menggunakan alat tersebut," nilai satu dari pegiat teknologi informatika Kalbar, Hajon Mahdy Mahmudin, Sabtu (12/01/2019).

Baca: Gelar Pentas Teater, Sanggar Termos Angkat Kisah Seorang PSK yang Bunuh Seorang Mentri

Baca: Alih Status IAIN Jadi UIN, Ady: Sebuah Kebahagiaan

Baca: TERUNGKAP Modus Mahasiswi Mucikari dalam Lingkaran Prostitusi Online Pontianak

Ia memaparkan, teknologi sendiri sejatinya adalah alat yang unik. Bisa digunakan untuk hal positif ataupun sebaliknya ha negatif tergantung si pengguna.

"Dia (teknologi) ini berbentuk dunia yang tidak memiliki batas-batas. Maka akan sangat mudah bagi orang yang punya niat tidak baik dalam menggunakan alat yang bernama teknologi ini," katanya lagi.

Karena itu, jelas baik atau buruknya sangat bergantung pada untuk apa teknologi tersebut digunakan.

Anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kalbar saat mengungkap dugaan kasus prostitusi di satu di antara hotel berbintang di, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (kalbar), Jumat (11/1/2019) malam. Tersangka mucikari diketahui berstatus mahasiswi.
Anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kalbar saat mengungkap dugaan kasus prostitusi di satu di antara hotel berbintang di, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (kalbar), Jumat (11/1/2019) malam. Tersangka mucikari diketahui berstatus mahasiswi. 

Dengan demikian, bukan hal aneh bilamana kemudian dalam perkembangannya teknologi pun ikut dilibatkan dalam memuluskan praktik melawan hukum dan norma masyarakat semisal prostitusi online.

Penulis: Ishak
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved