Pileg 2019

Temukan Indikasi Caleg Iklankan diri di Media, Bawaslu: Ada Hukum Pidana Kampanye bagi Pelanggar

sesuai dengan tahapan, para peserta pemilu baru bisa memasang iklan di media Massa pada tanggal 21 maret- 13 April 2019.

Temukan Indikasi Caleg Iklankan diri di Media, Bawaslu: Ada Hukum Pidana Kampanye bagi Pelanggar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Ketua Bawaslu Mempawah, Akhmad Amirudin. 

Laporan wartawan Tribun Pontianak, Ferryanto

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Ketua Bawaslu Mempawah Akhmad Amirudin mengungkapkan telah menemukan indikasi Caleg  Kalbar yang sudah mengiklankan dirinya secara nyata dan jelas, menunjukan nama Partai, nomor Partai, Dapil, dan nomor dirinya di sebuah media massa cetak beberapa hari lalu. 

Dan hingga kini, pihak Bawaslu sedang melakukan penyelidikan terkait hal ini, apakah benar yang bersangkutan merupakan caleg di wilayah tersebut.

Baca: Polsek Subah Beri Sosialisasi dan Binlat Rekrutmen Polri 2019

Namun, saat di konfirmasi apakah ada Caleg yang melakukan hal serupa di Kabupaten Mempawah, Akhmad mengungkapkan belum ada Caleg yang melakukan pelanggaran tersebut.

leh sebab itu, Akhmad Amirudin menekankan bahwa peserta pemilu 2019 tidak boleh mengiklankan dirinya di media Massa sebelum pihak KPU menetapkan tanggalnya.

"Sebagai langkah pencegahan, di masa kampanye, para calon tidak boleh mengiklankan dirinya di media massa sebelum masa waktu yang sudah ditetapkan oleh KPU, Kalau ada yg mengiklankan akan terkena pelanggaran pidana pemilu," jelas Akhmad, Jumat (11/01/2019).

Ia mengatakan bahwa, sesuai dengan tahapan, para peserta pemilu baru bisa memasang iklan di media Massa pada tanggal  21 maret- 13 April 2019.

Baca: Ada Relawan Demokrasi, Agoes Optimis Partisipasi Pemilih lebihi Target Nasional 77,5 Persen

"21 maret- 13 April baru bisa memasang iklan di media massa, jadi mohon bantu untuk bisa juga mengingatkan para caleg di wilayah khususnya kabupaten mempawah untuk dapat mentaati aturan ini,"tegas Akhmad.

Bagi pelanggar, sesuai dengan UU 7 tahun 2017 pasal 492, pelaku dapat di kenakan denda dan kurungan, yakni kurungan 1 tahun dan denda maksimal Rp12 juta.

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved