Sambangi Warga, Ini Yang Disampaikan Bhabinkamtibmas Segarau

Sekitar 11 orang anggota masyarakat yang rutin mengikuti pelajaran dari polisi aktif tersebut.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Brigpol Mufti saat memberikan pelajaran kepada masyarakat Segarau 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bhabinkamtibmas Desa Segarau Parit Brigpol Mufti Maulidin kembali melaksanakan aktivitas mengajarnya, Kamis (10/1/2019). Kali ini, bertempat di Aula Balai Desa Segarau Parit.

Dalam Pertemuan belajar mengajar itu, para Ibu dan Bapak ikut serta dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, yang dilaksanakan setiap hari senin dan Kamis. 

Sekitar 11 orang anggota masyarakat yang rutin mengikuti pelajaran dari polisi aktif tersebut.

Dirilis yang Tribun terima, Dengan menggunakan papan tulis seadanya dan spidol hitam yang dibeli secara pribadi, terlihat tidak ada rasa malu bagi orang tua tersebut untuk belajar mengeja, membaca dan menulis.

Baca: Rian: 2019 Adalah Tahunnya Pemuda

Baca: Kendaraan Roda 4 Dominasi Arus Lalu Lintas Jalan RE Martadinata Sanggau

Walaupun sampai saat ini masih ada yang salah dalam mengeja hingga menulisnya. Namun tidak menyurutkan keinginan mereka untuk bisa membaca.

"Memang ada sedikit kesulitan untuk mengajar mereka. Tapi harus sabar, Hari ini diajarkan materi pelajaran selang berapa menit mereka sudah lupa lagi dan bahkan mereka malah tertawa," ujarnya, Jum'at (11/1/2019).

Oleh karenanya, ia sebagai anggota 
Bhabinkamtibmas berprinsip bahwa Ilmu pengetahuan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan. Dengan ilmu pengetahuan maka akan terbuka wawasan serta hal-hal yang bermanfaat.

Salah satu cara mendapatkan anak berbagi ilmu pengetahuan adalah dengan aktivitas belajar mengajar.

Maka dengan semampunya, seluruh Personil Polsek Tebas ingin turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain melaksanakan tugas pokoknya sebagai polisi, anggota Personil Polsek Tebas juga mengajar warga agar bisa membaca serta menulis.

Menurut Brigpol Mufti, Orang yang sudah memasuki usia senja juga tidak terlepas tanggung jawabnya untuk menuntut ilmu. 

Ia menjelaskan, Banyak orang yang sudah berusia tua beralasan berat untuk memulai belajar. Karena menurut mereka, masa tua sudah dibebaskan dari kewajiban menuntut ilmu. Lantaran daya ingatnya sudah tak mampu lagi merekam pelajaran.

"Tak ada alasan untuk tidak belajar di usia senja. Tidak ada kata terlambat untuk kembali belajar, terlebih membaca. Tak perlu pula merasa malu atau minder karena dianggap terlambat," tuturnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved