Berita Video

Harga Daging Ayam Naik, Kabid Peternakan Mempawah Jelaskan Penyebabnya

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga Ayam ini dikarenakan adanya penurunan jumlah produksi ayam di tingkat peternak

Laporan wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH- Hingga memasuki Minggu ke 2 di 2019, harga Ayam di Kabupaten Mempawah saat ini telah menyentuh 45 ribu perkilogram,  Jumat (11/01/2019).

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Mempawah melalui kepala Bidang Peternakan, Buntaran membenarkan adanya kenaikan harga ayam di tingkat pedagang, dengan kisaran harga rata - rata yakni 45 ribu perkilogram.

Baca: Pegasus Sambas Tantang Tuan Rumah SKN FC Kebumen di Pekan Kedua PFL

Baca: KPU Mempawah Buka Pendaftaran Relawan Demokrasi

Baca: PPPK Dirancang Untuk Penuhi Kebutuhan PNS yang Tak Terakomodir

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga Ayam ini dikarenakan adanya penurunan jumlah produksi ayam di tingkat peternak dan pada tingkat pembibitan ayam, karena beberapa bulan lalu harga ayam turun.

"Awal Januari ini, memang terjadi kenaikan harga ayam yang cukup signifikan, yang di sebabkan sebulan dua bulan yang lalu, harga ayam itu jatuh, dikala harga jatuh ini, kalau pas ngambil di kandang, harga nya 19 sampai 21 ribu, itu tergantung dari berat ayamnya, kalau berat ayamnya di atas 1 1/5 kg, harganya 19 ribu, kalau di bawah 1 1/2 kg harganya 21 ribu, dan dari perhitungan itu, petani merasa rugi," paparnya.

"karena menurut perhitungan mereka, setiap menaikan 1 kg daging ayam, membutuhkan pakan sekitar 2 kg, dan kalau di rupiahkan 1 kgnya itu sekita 8.500 per kg, jadi kalau di 2 kg, harganya sekitar 17 ribu, Dari situ, untuk harga anak ayam / bibit ayam sendiri, juga mengalami kenaikan," imbuh Buntaran.

Selanjutnya, Buntaran juga mengungkapkan bahwa, musim hujan yang terjadi, juga merupakan faktor menurunnya produksi ayam di Kabupaten Mempawah, di katakannya bahwa hujan yang melanda menyebabkan banyak ayam yang sakit, dan menggantung pertumbuhan ayam, selain itu juga banyak ayam yang mati akibat itu.

"Di musim penghujan kemarin, banyak angin ribut dan sebagainya, sehingga penanganan di dalam kandang itu kurang maksimal, sehingga ayam banyak yang kena penyakit CRG dan Snot, atau semacam batuk pilek, ngorok. Sehingga kematiannya cukup besar, ditambahnya di bulan Januari ini, kekurangan ayam di pasaran, sehinhga harga ayam dipasaran naik menjadi antara 40 - 45 ribu perkilogram,"ungkapnya.

Untuk di akhir Desember 2018, Ia mengungkapkan bahwa jumlah produksi Ayam di kabupaten Mempawah mencapai 59.640 ekor, sementara kebutuhan di pasaran mencapai 28.742 ekor, sementara itu untuk di bulan Januari pihaknya masih melakukan pendataan terkait ketersediaan stok daging ayam.

Penulis: Ferryanto
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved