Sejumlah Rumah Sakit di Indonesia Putus Pelayanan BPJS Kesehatan, Warga Kapuas Hulu Khawatir

Kecuali yang harus menggunakan pelayanan secara umum. Sementara perekonomian masyarakat kurang mampu

Sejumlah Rumah Sakit di Indonesia Putus Pelayanan BPJS Kesehatan, Warga Kapuas Hulu Khawatir
Net
BPJS Kesehatan 

Laporan wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Sejumlah masyarakat Kapuas Hulu yang sudah ada Kartu BPJS Kesehatan, merasa kuatir akan ada kejadian serentak secara nasional bagi pelayanan kesehatan untuk tidak lagi menerima pelayanan BPJS tersebut.

"Coba lihat di TV dan informasi pemberitaan media online, sejumlah rumah sakit pemerintah, di daerah pulau Jawa banyak menolak atau tidak ada lagi menerima pelayanan bagi masyarakat yang menggunakan kartu BPJS Kesehatan," ujar seorang warga Putussibau, Sutri kepada Tribun, Minggu (6/1/2019).

Baca: Minggu, BMKG Prediksi Wilayah Ini Berportensi Hujan Disertai Petir

Terus kata Sutri, bagaimana nasib para pemegang kartu BPJS Kesehatan, yang setiap bulan sudah melakukan pembayaran sesuai dengan tingkat atau kelasnya.

Ketika mau berobat malam tidak diterima pelayan BPJS kesehatan tersebut. Dalam garis besar adalah yang dirugikan tetap masyarakat yang kurang mampu. 

"Maka diharapkan kalau memang rumah sakit atau pelayanan kesehatan di Kapuas Hulu, juga ikut tidak menerima pelayanan BPJS kesehatan, agar pemerintah daerah segera dan BPJS harus segera mengambil keputusan solusi yang terbaik untuk masyarakat," ungkapnya.

Baca: Batalyon Inf RK 644/Wls Lakukan Kegiatan Tali Asih ke Anak Yatim di HUT ke-10

Baca: Jadwal dan LIVE STREAMING Rising Star Indonesia RCTI, Cara Vote 11 Kontestan Live Audition 7 Januari

Warga Kapuas Hulu lainnya yaitu Andi menyatakan, kalau dirinya sangat berharap pelayanan BPJS kesehatan khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu masih tetap berlaku. Karena bagi masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. 

"Terkait apa persoalan BPJS dengan pihak pemerintah sendiri. Pada dasarnya masyarakat tidak perlu tau, sebab masyarakat dari awal sudah diwajibkan menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat. Ketika dalam perjalanan malah BPJS tersebut tak digunakan lagi, dan masyarakat akhirnya jadi korban," ujarnya.

Maka dengan ini diharapkan, kepada pihak BPJS dan Pemerintah harus segera melakukan rapat membahas tentang persoalan pelayanan BPJS Kesehatan tersebut. Karena kalau terus berlarut seperti ini akan menimbulkan gejolak dikalangan masyarakat itu sendiri, yang mau mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Sementara kalau kita lihat masyarakat yang sakit menggunakan BPJS Kesehatan setiap hari, kalau tak segera dibahas dan ada solusi kasihan masyarakat tak mendapatkan pelayanan kesehatan. Kecuali yang harus menggunakan pelayanan secara umum. Sementara perekonomian masyarakat kurang mampu," ungkapnya. 

Seorang warga Kapuas Hulu Abang Roni menyatakan kalau dirinya tak sependapat apabila pihak rumah sakit harus menolak pelayan BPJS kesehatan. Karena masyarakat yang menjadi korban atas kebijakan tersebut. "Tapi sekali persoalan yang mungkin berat, membuat rumah sakit harus melakukan hal tersebut," ujarnya.

Namun dalam hal tersebut, pihak BPJS Kesehatan harus mampu bertanggung jawab mengapa hal tersebut bisa terjadi. Karena berapa juta masyarakat yang sudah membuat BPJS Kesehatan, dan bayar setiap bulan sudah dengan kelasnya. "Kalau semua rumah sakit menolak BPJS Kesehatan berarti masyarakat ditipu," ucapnya.

Roni berharap, pihak rumah sakit di Kabupaten Kapuas Hulu tidak melakukan seperti rumah sakit di daerah pulau Jawa. "Masyarakat Kapuas Hulu banyak yang kurang mampu, maka sangat perlu adanya pelayanan kesehatan yang menggunakan BPJS Kesehatan tersebut," ungkapnya.
 

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved