Hujan Meteor Quadrantid hingga Gerhana Bulan Total: Ini Daftar Fenomena Antariksa di Januari 2019

Hujan Meteor Quadrantid hingga Gerhana Bulan Total: Ini Daftar Fenomena Antariksa di Januari 2019

Editor: Nasaruddin
National Geographic Indonesia
Tiga teleskop Deimos Sky Survey, yang terletak di Spanyol, mengawasi asteroid dekat dan puing luar angkasa buatan manusia yang dapat merusak satelit, sementara sebuah pesawat terbang melintasi langit. Noelia Sánchez Ortiz, insinyur luar angkasa, dan Jaime Nomen, astronom dan kepala observatorium, memantau peralatan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ada tiga fenomena antariksa yang akan terjadi di bulan Januari 2019.

Menurut astronom amatir Marufin Sudibyo, hujan meteor Quadrantid menjadi satu di antara yang bakal terjadi.

Hujan meteor Quadrantid ini akan terjadi pada selang waktu yang singkat antara 27 Desember 2018 sampai 10 Januari 2019.

"Jadi secara kasar puncaknya akan terjadi nanti malam waktu Indonesia. Jumlah meteornya secara teoritis bisa mencapai 120 meteor perjam dengan kecepatan tiap meteor 42 km/detik (tergolong kecepatan medium)," katanya kepada Kompas.com, Jumat (4/1/2019).

Baca: Spesifikasi Xiaomi Mi 9: Smartphone Xiaomi yang Bakal Segera Dirilis, Intip Bocoran Speknya

Baca: Berupaya Jinakkan Bom Gereja, Polisi Tewas Terkena Ledakan

Baca: Maling Sepatu Terekam CCTV di Gang Rambutan 2 Jeruju, Tonton Videonya

Baca: Oknum Anggota Polres Sanggau Terjaring Razia Narkoba

Baca: Sabin: Di Pulau Kalimantan Hanya Kalbar yang Layak Menggantikan Jakarta Sebagai Ibukota

Marufin berkata, hujan meteor bisa dilihat dari Indonesia karena langit relatif gelap tanpa cahaya Bulan yang kadang mengganggu.

Untuk diketahui, fase Bulan saat ini dua persen karena menjelang pembentukan Bulan baru.

"Hujan meteor ini bisa diamati sejak pukul 03.00 WIB hingga saat azan Shubuh berkumandang. Jadi ada wakti pengamatan sekitar sejam," sambungnya.

Tak hanya itu, pada bulan Januari 2019 juga akan terjadi gerhana bulan total.

Namun sayangnya, gerhana bulan total ini tak tampak dari Indonesia.

Gerhana bulan total akan terjadi pada 21 Januari mendatang.

"Itu karena gerhana berlangsung pada 9.00 WIB sampai 15.00 WIB, yang artinya di Indonesia masih siang sehingga tidak mungkin menyaksikan (gerhana)," imbuh Marufin.

Fenomena alam lainnya terjadi hari ini, Minggu 6 Januari 2019.

Adalah gerhana matahari parsial yang hanya bisa dilihat negara-negara di Asia Timur seperti Jepang, Korea, China dan Rusia.

Ya, Indonesia memang sedang tidak beruntung lantaran tidak 'kebagian' gerhana matahari parsial ini.

Meski Indonesia juga dalam waktu siang, Indonesia tak bakal dilewati gerhana matahari ini.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved