Jelang Natal, Dinas Pangan Pastikan Stok Sembako Aman

Menurutnya kehadiran Satgas Pangan sangat membantu, terutama dalam memberikan dampak ‘psikologis’ pada masyarakat. Jadi, masyarakat terlindungi

Jelang Natal, Dinas Pangan Pastikan Stok Sembako Aman
TRIBUNPONTIANAK/NINA SORAYA
Dinas Pangan, Bulog, Disperindag, Satgas Pangan memantau stok pangan di Pasar Flamboyan, Selasa (11/12/2018). Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan stok dan harga jual jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak,Nina Soraya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Provinsi Kalbar memastikan stok pangan aman dan terkendali.

Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat, Abdul Manaf, mengatakan dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) maka pemerintah melakukan pemantauan stok pangan yang tujuannya dalam hal ini terkait dalam kestabilan stok, harga, dan yang tak kalah penting adalah masalah keamanan pangan.

“Hasil kunjungan kita di lapangan terhadap 10 bahan pangan yang kita pantau untuk kalbar menghadapi Natal tercukupi. Jadi, tinggal masalah distribusi saja, ya kita harus kerjasama,” ungkap Manaf saat memimpin Rakor Pengamanan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Pada HKBN 2018 dan Tahun Baru 2019 Provinsi Kalbar, di Aula Kantor Bank Indonesia Kalbar, Selasa (11/12/2018).

Baca: Terungkap! Anak Mantan Kadisdukcapil Jual Blangko e-KTP Rp 50 Ribu per Lembar

Baca: Remaja 16 Tahun Tewas Setelah Tersengat Aliran Listrik Headphone Ponsel

Menurutnya kehadiran Satgas Pangan sangat membantu, terutama dalam memberikan dampak ‘psikologis’ pada masyarakat. Jadi, masyarakat terlindungi dan terlayani oleh pemerintah. Tidak ada lagi harga naik tinggi karena spekulan.

Sementara dari Dinas Pangan sudah membangun komunikasi dan koordinasi bersama instanasi terkait termasu Bulog, Disperindag dan lainnya.

“Pengalaman tahun ini tidak terlalu bergejolak (harga) termasuk menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Tapi Pemda punya kewajiban menjaga agar masyarakat mudah mendapatan dan harga terjangkau. Kita berharap pangan ini semuanya produksi lokal lah. Nantinya bisa menekan impor, tentu ini sangat diharapkan pemerintah,’ kata Manaf.

Dalam kesempatan tersebut ia mengeluhkan masih prilaku pedagang yakni pedagang daging ayam dalam memperlakukan dagangan tersebut.

“Ayam itu kalau sudah dipotong isi perutnya harus dikeluarkan, jangan biarkan sampai 4-5 jam begitu. Kalau dibiarkan enzim yang keluar bisa menyebabkan racun. Padaha sudah berkali-kali saya sampaikan ini, tapi masih banyak sekali ditemukan,” sebutnya.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved