Baru Pimpin Kalbar 3 Bulan, Midji-Norsan Berhasil Tambah APBD Lebih Setengah Triliun

Gubernur, Sutarmidji dan Wakilnya, Ria Norsan berhasil menaikan jumlah Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD) Provinsi cukup signifikan.

Baru Pimpin Kalbar 3 Bulan, Midji-Norsan Berhasil Tambah APBD Lebih Setengah Triliun
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji dan Ria Norsan saat tiba di pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Jalan A Yani, Pontianak, Kamis (6/9/2018) pagi.Kedatangan Sutarmidji dan Ria Norsan di Lanud Supadio usai dilantik di Istana negara disambut dengan prosesi adat Melayu dan didampingi oleh tokoh masyarakat lintas etnis. Rombongan tiba di Lanud Supadio sekira pukul 07.00 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur, Sutarmidji dan Wakilnya, Ria Norsan berhasil menaikan jumlah Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD) Provinsi cukup signifikan.

Disampaikan, Midji bahwa sebelum periodenya, APBD Kalbar hanya Rp5,3 Triliun. Namun setelah ia dan Norsan yang menangani Kalbar setelah dilantik awal September 2018 ini, berhasil meningkatkan lebih dari Rp500 miliar.

"Sekarang ini APBD Provinsi Alhamdulillah meningkat, kalau yang lalu hanya Rp5,3 triliun, sekarang Rp5,9 triliun. Ada kenaikan lebih dari Rp500 miliar," ucap Midji saat diwawancarai, Jumat (7/12/2018).

Baca: Jawab Gubernur Sutarmidji Soal Hambat APBD 2019, Fraksi Demokrat DPRD Kalbar Angkat Bicara

Ia menceritakan mengapa mampu menaikan APBD Kalbar cukup banyak, lantaran mampu menganalisa dan menghitung potensi pajak yang ada.

"Kenapa bisa itu, kita betuul-betul menghitung pajak dan potensi yang ada sehingga capaiannya bisa meningkat. Kita harus maksimalkan pembangunan untuk masyarakat Kalbar ini," ucapnya.

Kenaikan lebih dari Rp500 miliar itulah disebut membangun Kalbar dan ia akan sampaikan pada masyarakat apa dibangun bersama Ria Norsan.

Bahkan Midji berjanji, akan mengumumkan apa saja pembangunan di sirat kabar nantinya, agar masyarakat dapat mengawasi dan adanya keterbukaan dari pemerintah.

"Tahun pertama ini saya dan Pak Norsan minta maaf karena belum semua janji kampanye terpenuhi, karena terbentur anggaran. Terlalu banyak jalan dan infrastruktur amburadul. Saya mohon maaf pada masyarakat kalau belum semua dapat dilaksanakan," ucapnya.

Buruknya infrastruktur Kalbar dan masih banyak jalan yang belum bisa tersentuh, karena harus mengerjakan jalan yang satunnya terlebih dahulu baru bisa mengerjakan selanjutnya.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved