Anggota DPR RI Ini Tegaskan Sejumlah Isu Terkait PT WHW AR Tidak Benar
Isu yang pertama menjadi perhatian anggota DPR RI tersebut mengenai dominasi TKA dari Tiongkok yang selama ini terus menjadi masalah.
Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nur Imam Satria
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Anggota Komisi VII DPR RI, Maman Abdurrahman menegaskan bahwa sejumlah isu yang berkembang terkait dengan PT Well Harvest Winning Alumina Refinery tidaklah benar.
Hal tersebut diungkapkan usai ia bersama rombongan dari Komisi VII DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) ke PT WHW AR beberapa waktu lalu.
Baca: Peringati HKN Ke-54, Dinkes Ketapang Gelar Berbagai Kegiatan
Baca: PLN Ajak Wartawan Kunjungi Pusat Pembangkit Listrik di Ketapang, Ini Tujuannya
"Kunjungan kami ke PT WHW kemarin yaitu kami ingin melihat perkembangan dan manfaat WHW bagi masyarakat, serta melihat aktifitas operasi di WHW. Mengingat cukup banyaknya isu terkait masalah Tenaga Kerja Asing serta hubungan sosial dengan masyarakat," ujar Maman Abdurrahman ketika dihubungi, Senin (3/12/2018).
Isu yang pertama menjadi perhatian anggota DPR RI tersebut mengenai dominasi TKA dari Tiongkok yang selama ini terus menjadi masalah.
Maman mengatakan, berdasarkan penglihatannya disana, ternyata isu yang selama ini beredar terkait dominasi TKA dari Tiongkok itu tidak benar. Karena berdasarkan kunjungan Komisi VII DPR RI, dari total jumlah karyawan WHW sebanyak 2700 orang, pekerja dari Tiongkok hanya sekitar 300 an orang.
"Artinya itu masih angka yang rasional. Namun tetap kami berharap ke depan peran para pekerja-pekerja lokal bisa lebih diberikan peran lebih besar dan transfer knowledge terlaksana dengan sempurna," kata legislator dari Partai Golkar tersebut.
Isu lainnya yang menjadi perhatian yakni terkait pengelolaan limbah. Berdasarkan kunjungan di lapangan, pengelolaan limbah yang dilakukan WHW sudah cukup profesional. Meskipun diakui bahwa masih ada keluhan.
"Hal ini masih perlu diintensifkan penanganannya. Namun secara kesuluruhan sudah cukup baik," kata Maman
Ia mengatakan, sorotan yang cukup besar dari kunjungan rombongan Komisi VII DPR tersebut yaitu optimalisasi dan penambahan anggaran CSR. Sehingga bisa lebih bermanfaat kepada masyarakat di Kendawangan, Ketapang serta juga dapat dirasakan di Kalimantan Barat.
"Tidak hanya di wilayah sekitar WHW saja dan program yang di realisasikan adalah program terkait peningkatan kapasitas soft skill seperti pelatihan menjahit, bengkel dan lain-lain, agar masyarakat bisa didorong untuk berusaha dan meningkatkan ekonomi," kata Maman.
"Pada prinsipnya kami mendorong agar WHW terus bisa selalu memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kalbar dan meningkatkan profesionalisme pengelolaan bauksit, agar kontinuitas produksi peningkatan nilai tambah produk bauksit bisa terus berlanjut," sambungnya.
Sementara itu, Direktur External Relation PT WHWAR Stevi Thomas mengapresiasi kunjungan anggota Komisi VII DPR RI tersebut. Menurutnya, kunjungan ini menandakan jika DPR RI turut memberikan perhatian khusus kepada PT WHW AR.
“Dengan adanya kunjungan ini menandakan bahwa DPR RI, khususnya Komisi VII turut memperhatikan keberadaan PT WHW AR. Apalagi mereka juga memberikan beberapa rekomendasi yang akan menjadi bahan untuk perbaikan kinerja kami ke depannya dan kami yakin kunjungan ini dapat menjadi salah satu motivasi untuk kami dalam meningkatkan produksi dan ekspor ke negara-negara lainnya.
Hadir juga dalam kegiatan itu Direktur Operasional PT. WHWAR Zhao Jialiang dan Deputy General Manager PT. WHWAR Dev Herindra.
Kemudian anggota DPR yang ikut dalam kunjungan diantaranya Katherine Anggela Oendoen selaku pimpinan tim, Denny Jaya Abri Yani, Ivan Doly Gultom, Maman Abdurrahman, Nawafie Saleh, Ihwan Datu Adam, Pegigi Patricia Pattipi, dan Muhamnad Yudi Kotoucky.