Bukan Cuma Harus Tangguh, Tapi Ada Tantangan Tersendiri Jadi Kader JKN

Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan jumlah kepesertaan dan meningkatkan kolektabilitas iuran BPJS Kesehatan....

Bukan Cuma Harus Tangguh, Tapi Ada Tantangan Tersendiri Jadi Kader JKN
Istimewa
Misjaya (44), Kader JKN asal Pontianak, wanita yang kesehariannya juga adalah seorang Ibu Rumah Tangga. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan jumlah kepesertaan dan meningkatkan kolektabilitas iuran BPJS Kesehatan, sejak tahun 2016 BPJS Kesehatan menggandeng mitra yaitu Kader Jaminan Kesehatan Nasional (Kader JKN) sebagai perpanjangan tangan dari BPJS Kesehatan untuk mengoptimalkan sosialisasi, edukasi, kegiatan kepesertaan, pengingat iuran, pengumpul iuran, dan pendamping layanan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS).

Misjaya (44), adalah salah satu Kader JKN asal Pontianak, wanita yang kesehariannya juga adalah seorang Ibu Rumah Tangga ini memang memiliki jiwa sosial yang tinggi, sering menjadi pendamping instansi pemerintahan untuk menyosialisasikan kebijakan-kebijakan pemerintah ke masyarakat sekitar rumahnya, sejak tahun 2016 silam Misjaya bergabung menjadi Kader JKN, saat disambangi Tim Jamkesnews Misjaya bercerita kisah dua tahun perjalanannya menjadi Kader JKN.

Baca: BPJS Kesehatan Sintang Tingkatkan Mutu Pelayanan Melalui Forum Kemitraan

Baca: BPJS Kesehatan Mengudara Sosialisasikan Rujukan Online

Baca: BPJS Kesehatan Cabang Sintang Rutin Edukasi Masyarakat Terkait Pentingnya Program JKN-KIS 

“Bagi saya menjadi Kader JKN merupakan pekerjaan menyenangkan dan bukan hanya harus tanggung tapi saya mempunyai tantangan yang luar biasa, program yang menurut saya sangat membantu masyarakat Indonesia ini harus terus disosialisasikan kepada masyarakat, agar masyarakat memahami pentingnya menjadi peserta dan membayar iuran tepat waktu,” tuturnya.

Misjaya mengaku selama dua tahun ini ada saja kejadian-kejadian tak terlupakan yang dilaluinya, pernah suatu ketika saat akan menyambangi kediaman salah satu warga yang ada di wilayah kota Pontianak, bukannya disambut baik ia malah disambut dengan suara binatang penjaga rumah, namun ia tak pernah menyerah, inovasi terus dilakukannya untuk dapat mensosialisasikan program JKN-KIS secara masal.

Ikut serta dan meminta waktu sosialisasi di acara-acara tingkat RT/RW merupakan terobosannya agar masyarakat mengetahui manfaat menjadi peserta JKN-KIS.

Baca: BPJS Kesehatan Tetap Tanggung Biaya Peserta, Meski Dirawat Lebih Sebulan

Baca: BPJS Kesehatan Singkawang Ikut Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

Baca: Bank Mandiri Jadi Solusi bagi Rumah Sakit dan BPJS Kesehatan di Kalbar

“Hujan dan panas bagi saya menjadi teman setia dikala menjalankan tugas sebagai Kader JKN-KIS, tak jarang saya menemui warga yang sengaja belum membayar iuran JKN-KIS katanya belum punya uang. Namun setelah saya jelaskan pentingnya untuk selalu membayar iuran tepat waktu karena diluar sana masih banyak saudara yang membutuhkan biaya pelayanan kesehatan, jika menunggak artinya kita menghambat saudara-saudara kita yang membutuhkan sementara kita sudah menikmatinya sewaktu sakit. Menjadi kepuasan tersendiri bagi saya ketika bisa menyadarkan masyarakat untuk tetap membayar iuran tepat waktu,” Tutup Misjaya.

Yuk follow instagram Tribun Pontianak;

Editor: listya sekar siwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved