Peran Penting PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia dalam Pembangunan Infrastruktur

Menkominfo menjelaskan bahwa proyek infrastruktur merupakan proyek jangka panjang dengan resiko tinggi namun return yang rendah.

Peran Penting PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia dalam Pembangunan Infrastruktur
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YouTube
Rudiantara 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara mengutarakan betapa pentingnya untuk membangun infrastruktur dengan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Dikutip dari laman website Kemenkeu, dalam acara Bincang Santai Media di kantor PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII), Capital Place Jakarta, Senin (19/11/2018) tersebut.

Ia pun memamerkan proyek Palapa Ring Barat sebagai proyek infrastruktur telekomunikasi pertama dan tercepat prosesnya dalam menggunakan skema KPBU dengan penjaminan dari PT PII.

Baca: Seorang Warga Mempawah Ditemukan Tewas di Malaysia

Baca: Waka Polda Kalbar Batal Hadiri Deklarasi Pemilu Damai di Kayong Utara

“Kalau di struktur dengan KPBU kita bisa punya akses ke sumber yang macam-macam. Bisa beli expertise. Governance jauh lebih bagus karena proses pengadaannya dicek secara berlapis oleh PT PII sebagai penjamin. Di sini peran pentingnya, tanpa penjaminan dari PT PII, Menteri Keuangan tidak akan setuju,” ucap Menkominfo.

Menkominfo menjelaskan bahwa proyek infrastruktur merupakan proyek jangka panjang dengan resiko tinggi namun return yang rendah.

Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi tanggung jawab pemerintah.

Begitu juga dengan pembangunan proyek Palapa Ring Paket Barat, Tengah, dan Timur yang bertujuan untuk membuka akses internet di seluruh Indonesia.

Di sini, pemerintah kata Rudiantara melalui Kemenkominfo membangun jaringan backbone yang dirancang dan dilaksanakan dengan menggunakan Sistem Komunikasi Kabel Laut dan Sistem Komunikasi Serat Optik ke 57 kota/kabupaten yang belum terdapat akses internet.

“Ibarat jalanan, jaringan backbone seperti jalan tol Jakarta-Bandung. Jaringan ke wilayah sekitarnya akses nanti yang bangun operator telekomunikasi. Nah, yang mahal itu backbone-nya,” jelasnya lagi.

Selanjutnya, menurut Menkominfo, lebih dari delapan puluh ribu sekolah di Indonesia serta berbagai kantor layanan masyarakat seperti Puskemas dan kantor Polisi belum mendapat akses internet.

Untuk itu, Kemenkominfo saat ini telah merancang proyek infrastruktur telekomunikasi Satelit Multi Fungsi – High Throughput Satellite (HTS) yang akan menggunakan skema KPBU kembali dengan penjaminan dari PT PII.

“Jadi saya nyandu, kalau Kominfo ada proyek besar males, saya pengadaan sendiri. (Karena) governance menjadi prioritas pertama di skema KPBU ini,” tukasnya.

Di kesempatan itu juga, Direktur Utama PT PII, Armand Hermawan menegaskan dengan telah beroperasinya Palapa Ring Barat sebagai cerita sukses dapat memberikan contoh baik percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia dengan menggunakan skema KPBU.

Dengan berbagai skema pembiayaan kreatif dan inovatif yang telah disediakan oleh Kementerian Keuangan diharapkan pembangunan infrastruktur dapat berjalan dengan lebih maksimal dan tidak hanya bertumpu kepada APBN.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved