Junaidi Sebut Lima Besar Negara Penanam Modal Asing di Kalbar

Junaidi perlu dilakukan untuk mencegah para investor menarik kembali modal yang telah diinvestasikan melalui pasar modal ataupun pasar uang.

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat data realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) periode Triwulan III Tahun 2018 mencapai angka sebesar Rp 2,75 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalbar, Junaidi mengatakan lima besar negara asal PMA adalah Singapura 24,62 juta dolar AS atau 33,31 persen, Hongkong, RRT 17,99 juta dolar AS atau 24,34 persen, RR Tiongkok 13,80 juta dolar AS atau 18,67 persen, Belanda 11,69 juta dolar AS atau sebesar 15,81 persen dan Malaysia 2,89 juta dolar AS atau 3,91 persen.

Baca: Maman Abdurrahman Minta Seluruh Caleg Golkar Bersatu

Baca: Diguyur Hujan Deras, Desa Sengkubang Mempawah Terendam Banjir

"Turunnya realisasi investasi Triwulan III tahun 2018 menjadi pekerjaan rumah bagi kita. Pemerintah akan mengkaji dan mengevaluasi lagi kebijakan-kebijakan yang dianggap mengganggu stabilitas investasi. Pemerintah juga akan mengantisipasi faktor-faktor eksternal yang mungkin akan berdampak pada realisasi investasi di Indonesia kedepannya seperti krisis ekonomi yang terjadi di negara berkembang seperti Turki dan Argentina," ujar Junaidi, Selasa (19/11/2018).

Antisipasi tersebut kata Junaidi perlu dilakukan untuk mencegah para investor menarik kembali modal yang telah diinvestasikan melalui pasar modal ataupun pasar uang. Realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia pada Triwulan III Tahun 2018 mencapai 5.034 orang dengan rincian sebanyak 1.873 orang pada proyek PMDN dan sebanyak 3.161 orang pada proyek PMA.

Peluang tenaga kerja terampil di Indonesia terbuka lebar dengan masuknya perusahaan-perusahaan dengan bidang usaha baru yang menggunakan lebih banyak teknologi. Untuk meningkatkan mutu dan kompetensi tenaga kerja Indonesia akan dilakukan selain melalui lembaga-lembaga pelatihan milik pemerintah juga akan diintensifkan kerjasama dengan dunia usaha dalam rangka pelatihan tenaga kerja Indonesia.

Untuk periode Januari-September Tahun 2018 dari total realisasi investasi berdasarkan 5 sektor usaha, realisasi investasi PMDN dan PMA adalah Tanaman Pangan, Perkebunan, Dan Peternakan Rp 5,14 triliun atau 50,54 persen, Industri Makanan Rp1,53 triliun, 15,05 persen, Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin Dan Peralatannya Rp1,50 triliun atau 14,77 persen, Jasa Lainnya Rp550,97 miliar atau 5,42 persen dan Listrik, Gas dan Air Rp 363,01 miliar atau 3,57 persen.

Baca: Jainal: Harap APBD 2019 Dirasakan oleh Masyarakat Kapuas Hulu

Sedangkan 5 besar realisasi investasi PMA berdasarkan asal negara diantaranya Cayman Islands 105,43 juta dolar AS atau sebesar 33,35 persen, Singapura 85,31 miliar dolar AS atau sebesar 26,98 persen, Malaysia 34,27 juta dolar AS, 10,84 persen British Virgin Islands 26,31 juta dolar AS atau sebesar 8,32 persen dan Hongkong, RRT menyumbang 21,04 juta dolar AS atau sebeaar 6,66 persen.

Penulis: Maskartini
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved