Buka Rembuk Pendidikan dan Kebudayaan, Bupati Sambas Minta Selamatkan Generasi Muda

Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili saat memberikan pengarahan dalam pembukaan kegiatan Rembuk Pendidikan dan Kebudayaan

Penulis: Syahroni | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, saat membuka kegiatan Rembuk Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, di SDN 03 Jirak, Kecamatan Sajad. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili saat memberikan pengarahan dalam pembukaan kegiatan Rembuk Pendidikan dan Kebudayaan di SDN 03 Kotak, Kecamatan Sajad.

Ia mengarahkan agar tenaga pendidik dan kependidikan memberikan yang terbaik untuk membangun pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Sambas.

“Pertama adalah bagaimana kita menjadi model, menjadi teladan. Jangan sampai kita memberikan model yang tidak baik bagi yang kita didik,” ujarnya, Senin (5/11/2018).

Atbah menjelaskan, kedepannya model pendidikan yang ada harus bisa menjadi teladan. Dan jangan sampai memberikan contoh yang tidak baik bagi anak didik.

Baca: Balita Ajun Yang Sempat Hilang Dua Hari Ditemukan Tak Bernyawa

Ia juga mengingatkan, nantinya jangan menjadi pribadi atau kelompok yang mudah atau hanya pandai menyalahkan. Menurut dia, konsep yang tepat adalah konsep membenarkan.

“Jika kita menyalahkan, berarti yang disalahkan benar. Tetapi yang lebih tepat adalah kita membenarkan, karena sudah pasti ada yang memang harus dibenarkan atau dibetulkan dari kesalahan yang ada,” jelas dia.

Dalam kesempatan tersebut, Atbah juga mengajak semua komponen masyarakat tetap bekerja dan berkarya sesuai aturan yang ada.

Oleh karenanya, Atbah mengingatkan tentang pentingnya merencanakan pembangunan generasi muda menjadi masa depan yang terbaik.

“Kita harus memberikan perhatian pada generasi muda. Jangan sampai generasi kita rapuh, terjerumus kepada hal-hal negatif. Solusinya bisa dengan dekatkan mereka dengan masjid, dengan tempat ibadah, beri kegiatan positif seperti olahraga,” papar dia.

Yang terpenting lanjut Atbah, adalah masing-masing orang tua sebagai bagian dari masyarakat memberikan kepedulian pada agama, tumbuh kembang dan pendidikan anak.

Untuk itu ia meminta, kedepannya, untuk seleksi atau tahapan masuk sekolah lanjutan tingkat pertama bisa dengan indikator bisa dan khatam baca Al Quran.

“Sudah saatnya kita memberikan perhatian penting pada ilmu agama dan pendidikan bagi anak-anak kita,” ingat Atbah. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved