Bocah 14 Tahun di Mempawah Tewas Tenggelam Saat Ambil Pakis, Sang Ibu Akui Masih Syok!

Kemudian, Yanti mengungkapkan bahwa sebelum kepergian sang buah hati, beberapa waktu lalu ia sempat beberapa kali memimpikan Ayah dan adiknya

Penulis: Ferryanto | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Yanti saat menunjukan foto sang anak ke Tribun, Selasa (23/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH- Yanti alias Aci (36) warga Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah tak tahan menahan air matanya saat di sambangi Tribun Pontianak, Selasa (23/10/2018).

Ia masih sangat tak menyangka bahwa buah hatinya yang bernama Dayang Utari (14) anak ke ketiganya dari enam anaknya telah pergi meninggalkan nya dengan cara yang tak di sangka - sangka.

Baca: Satu Korban Pasutri Tenggelam Belum Juga Ditemukan, Sat Pol Air Mempawah dan Tim SAR Lakukan Ini

Baca: Puluhan Pelajar SMP Ikuti Perlombaan Gambar Bercerita di Mempawah, Berikut Antusiasnya!

Dengan kucuran air mata, ia mengungkapkan bahwa sang buah hati meninggal dunia akibat tenggelam di parit yang airnya tengah meluap akibat air curah hujan yang tinggi beberapa hari ini.

Ia menceritakan bahwa kemarin Senin (22/10/2018), sang anak ikut pergi bersama suaminya yang bernama Efendi ke kebun, sang suami ingin mengambil ubi kayu, sedangkan sang anak hendak mencari sayur pakis.

Namun, tak disangka - sangka nasib malang pun terjadi, ketika sang ayah korban usai mencari ubi, ia hanya mendapatkan sandal dari putrinya di dekat parit, dimana lokasi sang anak menunggu pertama kali.

Yanti menceritakan bahwa sang suami sempat mencari - cari sang anak, namun tak menemukannya.

Kemudian bersama warga sekitar berusaha mencari didalam parit, dan akhirnya sang suami bersama warga mendapati Dayang di temukan tak bernyawa dari dalam parit itu.

"Die pergi tu jam setengah sepuluh, jam sepuluh dah di antar ke rumah mayat e kerumah, cam orang gile saye, die tu pergi sama bapak e nak nyabut ubi, die nak nyari sayu Miding (pakis),"ujarnya bercucur air mata.

Ia mengungkapkan bahwa sang anak memiliki riwayat sakit ayan / Epilepsi sejak umur sang anak sekira 5 tahun, dan hingga kini sang anak kerap pingsan bila kelelahan.

Kemudian, Yanti mengungkapkan bahwa sebelum kepergian sang buah hati, beberapa waktu lalu ia sempat beberapa kali memimpikan Ayah dan adiknya (kakek dan bibi korban)yang telah tiada datang kerumahnya untuk mengisi barang - barang di rumahnya, dan membuat bubur pedas dalam mimpinya.

"Sebenarnya pas die nak pergi ngambek Miding tu, hati saye udah berat rasenye, air gelap, die nak pergi ngambek Miding, ndak bise letih, cuman saya percaya sama bapak die yang bawa die,"tuturnya.

Kendati merasa sangat kehilangan, Yanti berusaha untuk ikhlas dengan kepergian anak ketiganya yang memiliki kepribadian rajin itu, hanya saja dirinya masih sangat syok akibat kepergian sang anak yang tiba - tiba mendahului dirinya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved