Penemuan Mayat di Sekadau

Sadis, Suheri Habisi Korban Gunakan Gagang Cangkul

Tak hanya disuguhi kopi, korban juga sempat menawarkan makan kepada Suheri.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Pelaku yang diduga kuat melakukan pembunuhan terhadap korban Supinah (48) berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian. Pria bernama Suheri (26) merupakan tetangga korban sewaktu masih tinggal di Kecamatan Mukok Kabupaten Sanggau. 

Saat diperiksa di Mapolres Sekadau, Kamis (4/10) Suheri mengaku saat itu dirinya akan meminjam uang kepada temannya yang berada dekat dengan SMA 5. Namun, temannya tersebut tidak berada di rumah.

Kemudian, tersangka sebelum kejadian sempat ngobrol dengan korban di ruang tamu hampir setengah jam. Tak hanya disuguhi kopi, korban juga sempat menawarkan makan kepada Suheri. Namun, kata Suheri, korban yang pergi ke dapur semberi mengomel.

Baca: Mapala se Kalbar Galang Dana Untuk Korban Bencana di Palu dan Donggala

“Saya langsung keluar tanpa pamitan, lewat depan. Dia (korban) sempat manggil dan masih bilang a***ng-a***ng. A***ng jangan nyasar lagi. Jangan ngembat anaknya orang,” ujar Suheri menirukan ucapan korban, saat diwawancarai awak media di Mapolres Sekadau. 

Tersangka yang tidak terima dengan perkataan tersebut sempat kembali lai ke rumah korban. Namun, ia masuk ke rumah korban melewati pintu belakang yang saat itu terbuka sebelah. Tersangka saat itu sudah membawa kayu yang merupakan gagang cangkul.

“Posisi korban tidur miring. Kemudian korban nengok saya langsung saya pukul keningnya sambil pejam. Saya tidak hitung berapa kali saya pukul, paling sedikit lima kali karena saya pejam mata sambil memegang gagang cangkul dengan dua tangan,” jelasnya.

Setelah menghantam korban, tersangka masuk ke kamar dan mengambil dompet. Saat keluar dari kamar, Suheri melihat kalung dikenakan korban dan mengambilnya menggunakan tangan kiri sedangkan tangan kanannya memegang gagang cangkul.

“Saya keluar lewat pintu belakang, lewat samping. Saya ambil uang pecahan Rp 2 ribuan dan dompet disisipkan di kayu di ruko dekat rumah korban dan langsung membuang kayu. Setelah itu saya langsung ke Mandor ke rumah teman,” ucapnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help