Pemilik Toko Vape Sambut Baik Kebijakan Bea Cukai atas Pengenaan Cukai Terhadap Rokok Elektrik

Afdal menambahkan jika para pengguna tidak keberatan atas kebijakan tersebut, walaupun pengenaan pajaknya sebesar 57persen.

Pemilik Toko Vape Sambut Baik Kebijakan Bea Cukai atas Pengenaan Cukai Terhadap Rokok Elektrik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
Cairan Rokok Elektrik atau Liquid Vape, di Toko Vape Aulia Vapor Shop Jln. Di Panjaitan, yang telah dikunjungi oleh Subseksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Ketapang, Selasa (2/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nur Imam Satria

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Terkait dengan kebijakan yang dikeluarkan Bea Cukai Ketapang atas Pengenaan cukai terhadap Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) yang didalamnya termasuk Rokok Elektronik atau Liquid Vape.

Selaku pemilik toko Vape Aulia Vapor Shop yang berlokasi di Jln. Di Panjaitan, Delta Pawan Ketapang Afdal, menyambut baik atas kebijakan tersebut, Selasa (2/10/2018).

Baca: Terkait Pengenaan Cukai Terhadap Cairan Rokok Elektrik, Bea Cukai Ketapang Gencar Sosialisasi

Baca: Bawaslu Kota Pontianak Harap Masyarakat Melapor Jika Belum Terdaftar Dalam DPT

Menurut Afdal dengan adanya kebijakan itu, berarti Pemerintah sudah memberikan kepastian atas penggunaan rokok elektrik beserta cairannya. Karena selama ini Afdal selaku pengguna rokok elektrik masih tidak mengetahui aturan jelas terhadap penggunaan rokok elektrik itu sendiri.

"Sudah ketiga kalinya petugas dari Bea Cukai kesini buat sosialisasi, mereka mengajak bikin acara juga buat sosialisasi ke seluruh pengguna Vape yang ada di Ketapang khususnya, kami menyambut baik sekali atas kebijakan ini," tutur Afdal saat ditemui di Toko Vape miliknya.

Afdal menambahkan jika para pengguna tidak keberatan atas kebijakan tersebut, walaupun pengenaan pajaknya sebesar 57persen.

"Jika pemerintah sudah menentukan kebijakan ini, berarti itu sebuah bentuk dukungan bagi kami pengguna vape. Dan bakal mengubah Stigma masyarakat juga terhadap penggunaan Vape dan asapnya yang selama ini dianggap buruk," jelasnya.

Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help