Festival Media 2018
Jimmy Syahirsyah Sampaikan Beberapa Hal Sebagai Upaya Mendorong Jurnalis Peka Lingkungan
Menurut Jimmy, sesuatu atau isu berita kalau tidak diketahui, orang tidak tertarik untuk membacanya.
Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Technical Support Unit Leader, Program Kalbar-WWF Indonesia, Jimmy Syahirsyah berbagi banyak hal soal bagaimana mendorong agar ada respon positif dari para Jurnalis terhadap isu lingkungan.
Bukan hanya kepada para jurnalis, juga kepada para mahasiswa yang hadir dalam acara Workshop "Menggagas Jurnalis Peka Lingkungan" di Aula A Rumah Radakng, Pontianak, pada Sabtu (22/9/2018) acara akan dimulai pukul 13.30 WIB.
"Aktivitas pemberitaan mengenai isu terkait lingkungan, jadi sederhana sekali. Tapi kalau kita lihat pemberitaan itu terdiri dari tiga hal besar," katanya.
Baca: Talkshow Edukasi Kepesertaan BPJS Bagi Pekerja, Ady Hendratta Imbau Kampus Daftarkan Mahasiswa
Tiga hal besar tersebut antara lain kolekting, prosesing dan publish.
Menurut Jimmy, sesuatu atau isu berita kalau tidak diketahui, orang tidak tertarik untuk membacanya.
Menyadari hal itu, maka yang dilakukaan WWF adalah menciptakan kesadartahuan atau pengetahuan tentang isu lingkungan, misalnya acara festival Paloh tentang Konservasi penyu di Paloh, Sambas.
"Informasi tersebut, sebaiknya mungkin disebarkan agar orang paham, untuk mendorong kepekaan, baru kemudian mengarah ke jurnalis," terangnya.
Ambil contoh, dulu sedikit jurnalis yang mau menulis isu lingkungan, karena lokasi cukup jauh, sementara Wartawan punya banyak keterbatasan.
Untuk memfasilitasi keadaan tersebut, apabila ada hal penting, maka WWF membantu Jurnalis untuk terlibat.
Tidak hanya itu, WWF juga membantu pemahaman para jurnalis dan membangun partner dengan jurnas untuk meliput isu lingkungan.