OJK, Baru Dua Start Up Fintech di Pontianak

Menyikapi maraknya penipuan di kota-kota besar, Riezky meminta masyarakat waspada dan melihat dua aspek yang harus dimiliki fintech

OJK, Baru Dua Start Up Fintech di Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MASKARTINI
Program Inkubator Fintech Bank Indonesia resmi ditutup di Aula Keriang Bandong, Rabu (12/9/2018). 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Moch Riezky F Purnomo mengatakan saat ini ada dua start up fintech di Kota Pontianak yaitu Abangdesa dan My Agro. Meski belum mendapatkan izin resmi namun diaku Riezky dua start up ini sedang melengkapi persyaratan perizinan.

"Mereka sudah mengurus dan melengkapi persyaratan. Wilayah kita luas jika hanya mengandalkan pembiayaan melalui bank akan sangat sulit. Perbankan juga cenderung memberikan pembiayaan yang jumlahnya besar," ujar Riezky saat penutupan Program Inkubator Fintech Bank Indonesia di Aula Keriang Bandong, Rabu (12/9/2018).

Baca: PSI Kalbar Siap Hadapi Masa Kampanye

Baca: Jelang Masa Kampanye, Gerindra Akan Matangkan Persiapan Dengan Berikan Pembekalan Pada Bacaleg

Menyikapi maraknya penipuan di kota-kota besar, Riezky meminta masyarakat waspada dan melihat dua aspek yang harus dimiliki fintech yaitu legal dan logis. Ia juga mengimbau jika ada perusahaan yang menawarkan investasi lakukan pengecekan terlebih dahulu apakah memiliki izin dari OJK.

"Selain pengecekan melalui website, masyarakat juga bisa menghubungi kantor atau mendatangi langsung Kantor OJK di Jalan Ayani 1. Jika tidak ada izinnya dari OJK artinya ilegal. Apabila tercatat ada izinnya lihat juga apakah yang ditawarkan logis. Karena bisa saja OJK membatalkan izin," ujarnya.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat (Kalbar), Prijono mengatakan program ini merupakan yang pertama kalinya. Peluang fintech sendiri diakuinya sangat besar, apalagi didukung dengan program perbankan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Akan tetapi masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan hal ini. Masih banyak yang menggunakan sumber dana modal melalui rentenir, padahal perbankan sudah memudahkan terkait peminjaman modal. Melalui inkubator fintech semoga bermanfaat dan upaya mempermudah usaha," ujarnya.

Ia bersyukur kegiatan pembinaan Inkubator Fintech sebagai salah satu upaya bagi pelaku UMKM agar naik kelas berjalan lancar.

Berkembangnya kecanggihan teknologi seperti koneksi internet yang semakin baik ia harapkan menjadi infrastruktur yang dimanfaatkan sepenuhnya oleh pelaku usaha.

"Usaha mereka ini bukan yang baru, tetapi mereka yang sudah tataran tertentu dan kita upgrade. Jika selama ini mereka menghadapi masalah permodalan, itu bisa dipenuhi dengan Tekfin. Tidak hanya akses permodalan termasuk peningkatan pemasaran," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved