Pilpres 2019

Ma'ruf Amin Tetap Pertahankan Pakai Sarung Meski Terpilih jadi Wapres

Santri harus punya semangat dan harapan. Karena santri seperti saya juga bisa menjadi calon wakil Presiden

Editor: Jamadin
ISTIMEWA
Kunjungan KH Ma'ruf Amin ke Jatim 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID. KEDIRI - Hari ini, Senin (3/9/2018) Cawapres KH Ma'ruf Amin bertemu dengan pengasuh dan santri Ponpes Lirboyo, Kota Kediri.

Dalam pertemuan itu, Ma'ruf Amin mengungkapkan, jika terpilih menjadi wakil Presiden mendampingi Jokowi tetap akan mempertahankan gaya busananya yang mengenakan sarung.

"Insya Allah saya tetap memakai sarung," ungkap KH Ma'ruf Amin saat bertemu dengan pengasuh dan santri Ponpes Lirboyo, Kota Kediri, Senin (3/8/2018).

Kedangan KH Ma'ruf Amin didampingi Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Sejumlah kiai sepuh ikut mendampingi seperti KH Anwar Iskandar dan KH Anwar Mansyur.

Baca: Presiden Duterte Minta Maaf pada Barack Obama, Permasalahannya Terjadi Tahun 2016

Diungkapkan KH Ma'ruf, santri dapat menjadi apa saja. "Bisa jadi kiai, jadi pengusaha, Gus Dur bisa jadi Presiden dan saya mudah-mudahan bisa jadi wakil Presiden," ungkapnya yang disambut amin... ratusan santri Ponpes Lirboyo.

Malahan KH Ma'ruf Amin juga berharap ada santri Ponpes Lirboyo yang kelak jadi Presiden atau wakil Presiden.

"Tidak perlu ada rasa minder dan rendah hati. Santri bisa juga jadi presiden atau wakil presiden," ucapnya.

KH Ma'ruf juga mohon doa restu menjadi calon tetap dan berhasil menjadi wakil presiden mendampingi Jokowi.

"Insya Allah saya akan membawa misi kesantrian," ungkapnya.

Misi kesantrian itu di antaranya, menyatukan bangsa dan menghilangkan bahaya kemiskinan.

Karena sesuai dengan kitab Fathul Muin menghilangkan bahaya kemiskinan termasuk fardhu kifayah.

Bahaya kemiskinan itu tambah KH Ma'ruf Amin seperti kelaparan.

Jika sudan sampai pada tingkat bahaya menjadi fardhu ain.

Sehingga pelayanan kesehatan dan pendidikan menjadi fasilitas yang harus dipenuhi oleh pemerintah.

"Prinsip ini yang akan saya pegang menghilangkan kelaparan, ketidak cukupan dan kemiskinan di Indonesia," tandasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved