Yamaha School Got Talent

Grand Final School Got Talent 2018, Arena Pamungkas 'Duel' Sengit Bakat Para Siswa

Siswi kelas X MIPA A SMA Santu Paulus itu mengakui, masing-masing bakat yang ditampilkan punya keunikan masing-masin

Grand Final School Got Talent 2018, Arena Pamungkas 'Duel' Sengit Bakat Para Siswa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISHAK
Seluruh kontestan, juri dan official dari Tribun Pontianak serta Yamaha berpose di sesi penyerahan hadiah pemenang Grand Final School Got Talent 2018, di lantai 2 Ayani Megamall Pontianak, Sabtu (01/09/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perhelatan Grand Final School Got Talent 2018 menandai tuntasnya pelaksanaan event akbar ajang bakat hasil kolaborasi Yamaha dan Tribun Pontianak itu. Event yang dilaksanakan di lantai dua Ayani Megamall Pontianak, Sabtu (01/09/2018) itu, jadi arena pamungkas bagi tiap-tiap talent utusan masing-masing sekolah unjuk kebolehan.

'Duel sengit' penampilan masing-masing bakat pun tersaji di panggung.

Di mana masing-masing kontestan berupaya memukau juri dengan kemampuan terbaiknya.

Baca: Meriahkan Grand Final SGT 2018, Stand Yamaha Bawa Dua Tunggangan Andalan

Baca: Grand Final School Got Talent 2018, Pertempuran Pamungkas Kontestan Terbaik dari 6 Sekolah

"Sedari awal saya sudah memperkirakan bahwa persaingannya akan sangat ketat. Semua kontestan pastinya akan menampilkan bakat terbaiknya," ujar satu di antara kontestan, Grace Caesaria Wulandari.

Siswi kelas X MIPA A SMA Santu Paulus itu mengakui, masing-masing bakat yang ditampilkan punya keunikan masing-masing.

Kian istimewa lantaran jenis bakat yang dipertontonkan relatif beragam.

Hal itu menurutnya akan menjadi tantangan tersendiri. Baik bagi kontestan sendiri, juga bagi para juri dalam memutuskan siapa yang akan jadi pemenang.

Ia sendiri memilih menampilkan aksi solo vokal.

Ia harus bersaing dengan 5 kontestan lain, yang tak lain adalah juara pertama di putaran pertama di masing-masing sekolah sebelumnya.

Mulai dari beatbox yang dibawakan Ricky Maulana asal SMAN 6 Pontianak, aksi koreografi pencak silat oleh trip Defira - Melisa - Kharisma asal SMKN 6 Pontianak, juga permainan apik kecapi oleh Cindy Clara Yonanda asal SMA Immanuel 1 Pontianak.

Lalu ada pula Roy Guruh asal SMAN 3 Pontianak yang juga membawakan solo vokal.

Serta Jusinta Giovany yang lagi-lagi menampilkan kemampuan olah vokal.

Sebuah kejutan istimewa baginya, manakala pada sesi pengumuman ia diputuskan dewan juri sebagai pemenang pertama.

"Senang sekali bisa juara pertama, rasanya sangat bahagia, sulit diungkapkan dengan kata-kata," pungkasnya. 

Penulis: Ishak
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved