Berita Video

Beredar Instruksi Ikut Seminar Berbiaya Ratusan Ribu Rupiah, Ini Klarifikasi BEM FKIP Untan

Sang Presiden Mahasiswa BEM FKIP Untan tersebut hanya menuturkan telah melakukan klarfikasi melalui video yang dibuatnya.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Presiden Mahasiswa BEM FKIP Untan, Muhammad Akbar Aditya mengklarifikasi intruksi yang dibuat dan kemudian dicap serta ditandatangannya terkait dengan kewajiban mahasiswa untuk mengikuti seminar motivasi nasional dengan biaya ratusan ribu rupiah.

Saat dicoba untuk ditemui Tribunpontianak.co.id, Sang Presiden Mahasiswa BEM FKIP Untan tersebut hanya menuturkan telah melakukan klarfikasi melalui video yang dibuatnya.

Baca: Dekan FKIP Tegaskan Seminar Yang Digelar BEM Tak Wajib Diikuti dan Bukan Syarat Skripsi

Baca: Viral! Edaran BEM FKIP Untan Dianggap Bebani Mahasiswa Baru, Ikut Seminar Hingga Ratusan Ribu

Berikut konfrimasi dari yang bersangkutan.

"Perkenalkan saya Aditya, nama lengkap Muhammad Akbar Aditya selaku Presiden BEM FKIP Untan.

Disini saya ingin mengkalrifikasi terkait intruksi yang telah saya berikan dalam surat edaran tersebut sehubungan akan diadakannya seminar motivasi nasional yang diadakan BEM FKIP Untan sore tadi pada (16/08/2018) bertempat di Auditorium saat PMB, mengingat keterbatasan waktu tersebut karena pada pukul 16.00 WIB Auditorium harus dikosongkan jadi belum semuanya tersampaikan sepenuhnya.

Maka dari itu saya selaku Presiden mahasiswa BEM FKIP Untan mengklarifikasi kepada mahasiswa seluruhnya yang telah membaca intruksi tersebut.

Yang pertama klarfikasi dari saya Presiden BEM FKIP Untan, bahwa agenda ini tidak wajib bagi kawan-kawan semua, agenda ini bagi yang ingin mengikuti saja, bagi yang ingin mengikuti silahkan kawan cerna dengan baik.

Jadi kegiatan ini tidak diwajibkan bagi mahasiswa baru tapi bagi yang ingin mengikuti silahkan, bagi yang tidak mengikuti juga silahkan karena sifatnya tidak wajib bagi mahasiswa baru.

Dan bagi yang mau mengikuti dalam kegiatan ini maka akan dikenakan registrasi sebesar Rp. 100 ribu melalui narahubung, saya selaku pelaksana tersebut.

Kemudian paling lambat registrasi pada Jumat (17/07/2018) pukul 18.00 WIB, lebih dari pukul itu maka kami punya kebijakan harga tersebut kembali normal sebesar Rp. 250 ribu, maka ketika kawan-kawan ingin mengikuti kegiatan seminar nasional silahkan waktu kesempatan adalah terakhir besok (hari ini, red) karena harganya Rp. 100 ribu
Kemudian imbauan saya selaku Presiden Mahasiswa, bagi yang ingin mengikuti acara tersebut karena materi yang didapat sangat penting, maindset yang ditanamkan pada kita sangat penting kawan-kawan semua, siapa yang tidak ingin jadi pengusaha muda, siapa yang tidak ingin jadi mapan, siapa yang tidak ingin menjadi kaya diwaktu kuliah, pasti semua menjawab pasti mau, maka maindset yang kita tanamkan pada hari ini akan menentukan nasib kita kedepannya, maindset, akan melahirkan yang namanya tindakan, tindakan akan melahirkan yang namanya aktivitas, dan aktivitas melahirkan kebiasaan dalam setiap hari, dalam kebiasaan itulah yang akan menentukan arah kita kedepannya.

Maka klarifikasi saya setelah itu, bahwa kegiatan ini sangat penting untuk seluruhnya diikuti, seluruh tidak hanya mahasiswa baru namun kalangan umum juga.
Saya ingatkan kembali, agenda ini tidak wajib, yang ingin mengikuti silahkan, yang tidak ingin mengikuti juga silahkan kawan-kawan.

Klarifikasi selanjutnya pada sertifikat, mungkin menjanggal dihati kawan-kawan semua, jadi sebelumnya saya minta maaf terdapat redaksi yang salah dari intruksi, imbauan tersebut. Karena pada sejatinya dari sertifikat tersebut memang ditandatangni Dekan FKIP Untan, juga ditandatangani oleh saya Presiden Mahasiswa dan ditantangani pemateri nasional. Maka sertifikat tersebut dapat digunakan untuk sebagai surat keterangan pendamping ijazah, mungkin itu klarifikasi saya mohon maaf jika dalam intruksi tersebut dapat kejanggalan dari kawan-kawan, khushsnya dalam redaksi yang tersusun dalam surat tersebut, saya minta maaf sekali lagi.

Saya atas nama BEM FKIP Untan, minta maaf sebesar-besarnya yang telah membaca, yang telah salah memahami dari isi tersebut," kata Aditya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved