Berita Video

Dekan FKIP Tegaskan Seminar Yang Digelar BEM Tak Wajib Diikuti dan Bukan Syarat Skripsi

Dengan hal itu, Dr. Martono pun menegaskan jika seminar itu tak wajib diikuti dan bukan menjadi syarat untuk skripsi.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dekan FKIP Untan, Dr. Martono menegaskan jika kegiatan seminar motivasi yang dibuat oleh BEM FKIP Untan dengan biaya ratusan ribu tak wajib untuk diikuti.

Hal ini ditegaskannya, saat dikonfirmasi dan ditemui Tribunpontianak.co.id diruangannya.

Sebelumnya, dijelaskan Dr. Martono jika ada sedikit perbedaan penjelasan BEM FKIP Untan kepadanya dan selebaran mahasiswa.

Baca: Viral! Edaran BEM FKIP Untan Dianggap Bebani Mahasiswa Baru, Ikut Seminar Hingga Ratusan Ribu

Baca: Rompis, Balada Kisah Cinta Dibalut Rindu dan Cemburu

Dikatakan Dr. Martono, awalnya BEM FKIP menuturkan akan menyelenggarakan kegiatan seminar motivasi yang bekerjasama dengan para pengusaha muda.

Maka dari itu, ia pun mendukung kegiatan tersebut dan bersedia memberikan tandatangan disertifikat.

Baca: Kasus Video Mesumnya Mencuat, Foto Ini Tunjukkan Kondisi Hubungan Luna Maya dan Pacarnya Saat Ini!

Baca: Live Streaming Laos Vs Indonesia, Laga Hidup Mati Sepakbola Asian Games

Namun, akhirnya heboh jika BEM FKIP Untan menarik registrasi atau membebankan biaya kepada para mahasiswa.

Dengan hal itu, Dr. Martono pun menegaskan jika seminar itu tak wajib diikuti dan bukan menjadi syarat untuk skripsi.

"Terkait dengan hebohnya BEM FKIP terkait dengan rencana seminar, saya sudah melihat dan membaca, awalnya bahwa BEM akan menyelenggarakan kegiatan seminar yang berkaitan dengan entreprenuership, karena kegiatan itu saya pandang bagus karena pengusaha muda yang akan tampil, motivator dan mereka juga bekerjasama dengan pengusaha muda Indonesia, jadi saya dukung akan kegiatan itu. Tetapi, sudah saya pesan, mahasiswa baru tidak saya wajibkan, hanya di imbau kalau ada yang berminat termasuk mahasiswa lama. Dan itu juga tidak menjadi syarat untuk ujian skripsi, sehingga menjadi heboh karena selembaran BEM yang mengatakan akan ada seminar dan penekanan pembayaran serta menjadi syarat untuk skripsi," terangnya, Jumat (17/08/2018).

Diterangkannya pula, untuk kegiatan seminar memang akan dicantumkan sebagai surat keterangan pendamping ijazah, namun bukan syarat untuk skripsi dan pengambilan ijazah.

"Kalau untuk kegiatan seminar, atau prestasi mahasiswa nanti ada dicantumkan disurat keterangan pendamping ijazah, itu boleh tidak apa-apa untuk memperkuat bahwa mahasiswa itu aktif dikegiatan-kegiatan yang sifatnya akademik," tukasnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved