Pileg 2019

Jelang Pileg, Panwascam Kota Singkawang Sosialisasikan Pengawasan Pemilu Parsipatif ke Masyarakat

Sosialisasi ini sangat penting apalagi sekarang ini sudah menginjak tahapan masa kampanye dan pra kampanye.

Jelang Pileg, Panwascam Kota Singkawang Sosialisasikan Pengawasan Pemilu Parsipatif ke Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Singkawang menggelar sosialisasi pengawasan Pemilu partisipatif dalam rangka pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 di Aula Hotel Sentosa, Jalan Kom Yos Soedarso, Jumat (10/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Singkawang menggelar sosialisasi pengawasan Pemilu partisipatif dalam rangka pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 di Aula Hotel Sentosa, Jalan Kom Yos Soedarso, Jumat (10/8/2018).

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Panwaslu Kota Singkawang, Rubi Ismayanto mengatakan, sosialisasi ini sangat penting apalagi sekarang ini sudah menginjak tahapan masa kampanye dan pra kampanye.

Baca: Mayat Pria Lansia Ditemukan Pertama Kali Oleh Anaknya, Ini Penuturan Lengkap Dari Kapolsek

"Dengan tujuan para peserta paham dengan regulasi tentang Pemilu," katanya.

Apalagi indikasi-indikasi pelanggaran yang paling rentan itu terjadi pada saat tahapan kampanye dan pra kampanye.

"Untuk pra kampanye saja kita sudah banyak melihat pelanggaran, salah satunya mengenai alat peraga kampanye (APK) yang saat ini sudah banyak terpasang," ujarnya.

Padahal, Panwaslu Singkawang sudah menyampaikan kepada partai sesuai dengan surat edaran Bawaslu RI tentang larangan pra kampanye.

Baca: Maruf Amin, Dari Pesantren Menuju Istana Wakil Presiden

Didalam aturan itu, bahwa jadwal kampanye baru bisa dimulai pada 23 September 2018. Sehingga, ada bahan dan alat peraga kampanye yang memang boleh di pasang atau di sebarkan.

Maka dari itu, dia meminta kepada partai politik, simpatisan maupun tim kampanye untuk saat ini dapat menahan diri dulu.

"Kalaupun mau melakukan edukasi, lakukanlah dengan bijak. Misalkan tidak melanggar regulasi atau yang mau melakukan pemasangan APK yang memang belum tahapannya silahkan berkoordinasi dengan Pemda supaya estetika dan etika pemasangan APK tertata dengan baik," pesannya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help