Proyek PLTU Kalbar-1 Sempat Bergeser 600 Meter
Saat itu kata Hari pihaknya bekerja sama menangani lahan masyarakat dibantu oleh mahasiswa Untan dan tim pertanahan.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Vice Director PT GCL Indo Tenaga, Hari Muhardani Nasution mengatakan pembangunan proyek PLTU Kalbar-1 sudah sesuai syaratnya dan tata ruang yang sudah ditetapkan. Meski pada awalnya sempat terjadi permasalahan terkait lahan di lokasi tempat pembangunan proyek strategis nasional.
"Memang sudah di survey ya sudah selesai sesuai dengan tata ruang. Begitu pra tender pas keluar Bisa langsung, waktu itu saya berkonsultasi dengan masyarakat, berkonsultasi dengan pemuka-pemuka yang ada, kita duduk bersama kita omongi langsung saja," ungkapnya.
Baca: DPRD Kalbar Tekankan Pembangunan PLTU Harus Jamin Kebutuhan Listrik Desa
Baca: Bangun PLTU Kalbar-1, Manajemen GCLIT: Kalau Tak Tuntas, Kami Rugi
Setelah itu diakui Hari pihaknya waktu itu membentuk tim survey.
"Terbit izin dari pak camat, pak lurah, pak RT, anggota BPD dan masyarakat, pemuda-pemuda gitu kan, kita konsulkan awalnya memang ada tempatnya yang bermasalah sebelum proses tender.
Mereka menawarkan bagaimana kalau bergeser sedikit. Istilahnya mereka mengatakan "pak ini tanahnya tidak genah, dan ini yang lebih genah", akhirnya kami bergeser 500-600 meter. Disitu kita petakan siapa pemiliknya, kita nilai, kita kasih waktu 6 bulan. Kita umumkan siapa yang merasa belom teridentifikasi, boleh menghubungi kami," ujarnya.
Saat itu kata Hari pihaknya bekerja sama menangani lahan masyarakat dibantu oleh mahasiswa Untan dan tim pertanahan.
Mahasiswa lah kata Hari yang membantu mendeteksi siapa pemilik tanahnya.
"Alhamdulillah tidak ada masalah. Dilanjutkan sertifikat. Sertifikat juga sesuai aturan 30 hari kerja. Alhamdulillah kita bisa meyakinkan bahwa kita proyek strategis nasional. Memang kita swasta tapi kita dengan pejabat akhirnya direspon cepat," ceritanya.
Agustus 2017 pembangunan proyek diakuinya sudah mulai konstruksi. "Alhamdulillah pada saat ini sudah tahap pengecoran, kalau secara over all sudah 35 persen kita harapkan sesuai skejul, target kita 2020 kita bisa support ke sistem jaringan Kalbar bisa tercapai," ungkapnya.