Remaja di Sejangkung Tewas Tenggelam Saat Hendak Belajar Berenang, Korban Sempat Beri Isyarat

Nahas bagi Faizal (16), sekitar pukul 17.30 Wib (27/7) ia beserta lima rekan sebayanya bermaksud untuk menimba air demi keperluan MCK

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Proses Evakuasi Korban Tenggelam Yang di Lakukan Oleh Warga dan Aparat Keamanan 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS- Sejak musim kemarau tiba banyak warga Desa Piantus datang ke sungai Sejangkung untuk menimba air di karena kan kekurangan pasokan air akibat dari hujan yang tak kunjung turun, Sabtu (28/07/2018).

Tidak hanya mengambil air untuk kebutuhan MCK, Masyarakat juga di ketahui datang ke tepian sungai sejangkung untuk menyempatkan diri untuk mandi atau sembari bermain air.

Baca: Ketahuan Ngutil di Minimarket, Komplotan Pemuda Ini Diringkus Dengan Dramatis

Baca: Universitas Muhammadiyah Pontianak Membuka Penerimaan Mahasiswa Baru

Nahas bagi Faizal (16), sekitar pukul 17.30 Wib (27/7) ia beserta lima rekan sebayanya bermaksud untuk menimba air demi keperluan MCK di rumah faizal.

Sebelum pulang ia dan rekan-rekannya menyempatkan diri untuk mandi di tepian sungai Sejangkung, Namun itu justru menjadi hari terakhirnya bertemu dengan teman-temannya.

Baca: Peserta Antusias Ikuti Senam Sehat BPJS Kesehatan

Baca: Menang Atas PSMS Medan, Ini Rahasia Bali United Menurut Widodo C Putro

Untuk diketahui, sebelumnya faizal memang diketahui tidak tahu berenang. Entah apa yang terlintas di benak faizal di sore itu, sehingga ia ingin sekali mencoba untuk belajar berenang di tengah dalamnya air sungai Sejangkung tersebut.

Dengan di bantu sebuah ember air yang ia gunakan sebagai pelampung untuk mengapung di air. Faizal pun memberanikan diri menceburkan badannya ke dalam sungai, sedangkan kelima rekan sebayanya hanya mandi menggunakan gayung.

Pada saat ia sudah berada di dalam air, malang baginya ember yang ia maksudkan hendak sebagai pelampung justru tidak membuatnya mengapung di dalam air, sehingga Faizal tenggelam.

Sebelum tenggelam Faizal sempat melambaikan tangan sebagai isyarat bahwa ia butuh pertolongan, akan tetapi kelima temannya menganggap itu hanya gurauan Faizal semata sehingga mereka tidak menghiraukan isyarat tersebut.

Setelah Faizal tidak muncul kembali ke permukaan sungai, salah satu dari kelima rekannya mulai histeris mengatakan bahwa Faizal telah hilang.

Kelima rekannya mulai panik dan menghentikan aktivitasnya, lalu bergegas meminta pertolongan warga untuk mencari faizal yang telah hilang di kedalaman sungai Sejangkung.

Mendengar kejadian tersebut, salah satu warga lansung menghubungi Kepolisian Sektor Sejangkung untuk meminta pertolongan mengecek dan mencari korban yang di kabarkan hilang tersebut.

Setelah mendapatkan kabar tersebut, Aparat kepolisian dan tim Basarnas serta TNI dan dengan di bantu warga lansung mencari korban dengan menggunakan duri/onak rotan sebagai media untuk menarik korban ke atas permukaan air.

Karena kurangnya penerangan dan kondisi air sungai yang berarus, cukup menyulitkan aparat dan masyarakat untuk melakukan pencarian korban.

Tidak kurang dari 10 jam pencarian terus di lakukan, hingga pukul 03.55 Wib (Subuh) upaya pencarian korban membuahkan hasil.

Salah satu rawai yang terbuat dari duri/onak rotan warga menyangkut pada celana korban sehingga korban dapat di angkat ke atas permukaan, dan dievakuasi dari sungai Sejangkung

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved