Susanto: Kemabruran Haji Ditentukan Oleh Jemaah itu Sendiri

Tapi kalau sepulang haji bukan malah membaik dari aspek perilaku itu indikasi bukan haji mabrur

Susanto: Kemabruran Haji Ditentukan Oleh Jemaah itu Sendiri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / FERRYANTO
Ketua LDII Kalbar, Susanto 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH- Jamaah Haji dari Kabupaten Mempawah telah melaksanakan Manasik di Masjid Nikmatullah, sejak Senin (9/7/2018) hingga Rabu (11/7/2018).

Dalam manasik ini, para jamaah pun di berikan pengetahuan seputar ibadah haji yang akan mereka laksanakan.

Ketua LDII Kalbar, Susanto memaparkan bahwa ibadah haji baik waktu dan tempat sudah ditentukan, sehingga tidak semua orang bisa menunaikan Rukun Islam yang kelima.

Terlebih saat ini walaupun secara materi ada kemampuan, tanpa ijin atau panggilan Allah seorang muslim tidak bisa menunaikan ibadah haji.

(Baca: Tjhai Chui Mie: Ada Sekolah Rusak, Segera Laporkan ke Pemkot Singkawang )

Oleh sebab itu ia mengatakan akan sangat disayangkan apabila kesempatan ibadah yang satu ini hanya dilewatkan begitu saja tanpa memperhatikan larangan-larangan selama berpakaian ihram.

Susanto menyarankan bagi penyelenggara ibadah haji (pemerintah) dapat memberikan secara komprehensif ilmu tata cara ibadah haji, mulai dari pengambilan miqot sampai tahalul.

Sehingga bentuk-bentuk pelarangan harus benar-benar dihindari.

"Masih untung jika pelanggaran yang dikerjakan hanya dikenakan dam (denda), tapi klo melakukan sesuatu yang diharamkan dan menyebabkan tidak sah ibadah haji kita itu yang menjadikan kerugian besar,"paparnya.

Iapun menjelaskan, menjadi haji mabrur adalah dambaan setiap jamaah haji, tapi kemabruran haji seseorang ditentukan oleh dirinya sendiri.

(Baca: Jelang Tampil di PORAD, Para Atlet Kodam XII/Tpr Optimis Raih Juara )

Selain kesungguhan jamaah haji sendiri juga ada peran amirul haji. Kemudian kemabruran haji seseorang juga didominasi sejauhmna jamaah haji mematuhi seluruh ketentuan yang ditelah diatur dalam Al Qur'an dan Al Hadits.

"Ada perbedaan yakni jika hajinya mabrur seorang muslim akan lebih baik dari sebelum, lebih zuhud terhadap kehidupan akhirat. Tapi kalau sepulang haji bukan malah membaik dari aspek perilaku itu indikasi bukan haji mabrur," pungkasnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help