Tak Ada Anggaran Untuk Perawatan Toilet Taman Kota Ketapang

Ia juga mengungkapkan bahwa toilet itu dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ketapang.

Tak Ada Anggaran Untuk Perawatan Toilet Taman Kota Ketapang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup, Sukirno saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (9/1). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Terkait keluhan warga terhadap toilet yang dibangun Pemerintah di Taman Kota Ketapang. Lantaran tidak berfungsi bahkan kondisinya sangat kotor serta bau busuk. Ternyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang tak ada anggaran untuk perawatan toilet itu.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) Ketapang, Sukirno.

Ia juga mengungkapkan bahwa toilet itu dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ketapang. Namun meski pihaknya sebagai pengelola dibidang pertamanan di Ketapang.

Baca: Waktu Pembangunan Jalan Nasional di Ketapang Ditargetkan Hingga Desember 2018

Baca: Warga Kecewa Pada Pelaksana Pembangunan Jalan Nasional di Ketapang

Terhadap pembangunan toilet itu hingga saat ini dirinya belum tahu apakah sudah ada serah terima. Khususnya dari Dinas PUTR Ketapang kepada pihaknya terkait untuk mengoperasionalkan toilet itu. Lantaran dinasnya baru dibentuk sehingga ia kurang tahu terkait toilet tersebut.

"Tapi karena pembangunan toilet itu masuk dalam penggelolaan taman. Maka nanti kita akan melakukan pemeliharaan demi kenyamanan pengunjung," kata Sukirno kepada awak di Ketapang, Senin (9/7).

Terlebih menurutnya Taman Kota Ketapang sebagai tempat objek wisata yang ramai pengunjungnya. Sehingga pihaknya akan berupaya maksimal agar fasilitas tersebut bisa dinikmati masyarakat. Bahkan pada kondisi taman juga akan terus dibangun agar semakin bagus dan indah.

"Hanya saja sekarang ini kendala kita belum ada anggaran untuk perawatan fasilitas toilet itu. Meski di taman tersebut sudah ada penjaganya tapi karena tak ada biaya perawatannya. Maka untuk perawatannya tak bisa jalan. Tapi nanti persoalan ini akan kita pikirkan mencari solusinya," ucapnya. (bnd)

Penulis: Subandi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved