Warga Kecewa Pada Pelaksana Pembangunan Jalan Nasional di Ketapang

Sebab hingga saat ini di ujung-ujung jalan yang dikerjakan tepatnya di simpang Mapolres Ketapang.

Warga Kecewa Pada Pelaksana Pembangunan Jalan Nasional di Ketapang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SUBANDI
Pengendara melintasi simpang depan Mapolres Ketapang yang banyak kerikil di tegah jalannya beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Warga Desa Payak Kumang, Kecamatan Delta Pawan. Agus (29) kecewa pada pelaksana pembangunan Jl Nasional Ketapang-Siduk. Khususnya pada pengerjaan Jl DI Panjaitan antara Mapolres dan RSUD Agoesdjam Ketapang belum lama ini.

Lantaran pengerjaan jalan tersebut dinilainya dikerjakan tidak tuntas.

 Serta di simpang RSUD Agoesdjam masih belum diaspal.

Baca: Bupati Buka Ketapang Safari Sholawat 41 Malam

Baca: Bupati Atbah Tegaskan Silaturahim Baik Untuk Keberkahan Negeri

Baca: Sedentary Club Adakan Pertunjukan Dramatic Reading di Pojok Fakultas Hukum Untan

Pada hal sepanjang Jl DI Panjaitan sudah diaspal sebelum Lebaran Idul Fitri lalu. Sehingga di dua simpang tersebut saat ini banyak batu kerikil di tegah jalannya. Kondisi ini dinilainya membuat pengendara tak nyaman bahkan bisa membahayakan keselamatan.

“Sebab banyak kerikil itu bisa saja menyeybabkan pengendara tergelincir hingga jatuh. Kita kesal kenapa pembangunan jalan itu tidak diselesaikan bahkan terkesan dibiarkan,” kata Agus kepada awak media di Ketapang, Senin (9/7/2018).

Menurutnya jika memang jalan di simpang yang sudah ditimbun batu kerikil itu memang tak masuk dalam pengerjaan. Harusnya pelaksana tidak menimbun batu kerkil di dua simpang jalan tersebut tapi cukup di sepanjang jalan yang dikerjakan saja.

Jika pun memang terdapat kelebihan batu kerikil bertaburan di jalan itu. Maka pelaksana harus langsung membersihkan batu kerikil tersebut setelah pengaspalan selesai. Sedangkan batu kerikil itu tetap dibiarkan sudah satu bulan lebih.

Sebab itu ia berharap pihak berwenang menegur pelaksana pembangunan jalan itu. Tujuannya agar bekerja secara serius dan mengutamakan kepentingan orang banyak. “Kalau tak dibersihkan juga maka harus ditindak tegas,” harapnya.

Sebelumnya beberapa pekan lalu persoalan kerikil di jalan ini juga pernah dikeluhkan warga lainnya, Gunawan. Ia juga menyangkan pembangunan Jl DI Panjaitan yang dinilainya tak selesai karena masih banyak batu kerikil tersebut.

Namun ia juga berterimakasih pada Pemerintah yang telah membangun jalan di Ketapang. Sehingga Jl DI Panjaitan menjadi bagus dibanding beberapa bulan lalu. Menurutnya jika tak dibangun sebelumnya Jl DI Panjaitan sangat memperihatinkan. 

Penulis: Subandi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved