Pengembang Harap Pelonggaran LTV, Gairahkan Pasar Properti

"Secara umum, kita menyambut baik kebijakan ini, dimana dengan longgarnya LTV membuat rumah lebih affordable dari sisi uang muka," ujar Bobby

Pengembang Harap Pelonggaran LTV, Gairahkan Pasar Properti
NET
perumahan2

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kebijakan pelonggaran Loan To Value (LTV) disambut baik oleh pengembang Kota Pontianak. Pengembang Grand Sriwedari, Bobby Anta Maulana mengatakan dari sisi pengembang pihaknya selalu berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat.

Untuk membantu masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah memiliki hunian layak perlu peran pemerintah termasuk perbankan dalam hal keringan uang muka atau DP.

Baca: DPD REI Kalbar Sambut Positif Pelonggaran DP 0 Persen

Baca: BI Longgarkan Syarat KPR, Pemohon Rumah Pertama Bisa Dapat DP 0 Persen

"Secara umum, kita menyambut baik kebijakan ini, dimana dengan longgarnya LTV membuat rumah lebih affordable dari sisi uang muka," ujar Bobby, Senin (2/7/2018).

Jika dahulu untuk mendapatkan rumah seharga Rp500 juta memerlukan DP yang besar, ia berharap dengan adanya kebijakan ini debitur bisa mendapatkan DP lebih ringan. Meski demikian ia mengatakan, ujung daripada kebijakan kelonggaran LTV ini adalah manajeman resiko dari bank-bank penyalur KPR.

Sehingga belum tentu bank tersebut kata Bobby mau melonggarkan aturan uang muka dengan alasan faktor resiko. Apalagi bank-bank yang core businessnya bukan di perumahan. Ia mengatakan pengembang mengharapkan semangat ataupun ide utama dari kebijakan ini dapat di tularkan kepada bank-bank penyalur.

"Sehingga goal yang ingin dicapai dapat terlaksana dengan adanya sinergi tersebut. Karena kami dari sisi pengembang selalu berusaha memberikan hunian yang baik dan terjangkau baik untuk rumah subsidi maupun rumah komersil," ujar Bobby.

Salah satu pengembang di Kota Pontianak, Mansur mengaku menyambut baik dengan longgarnya aturan LTV atau keringanan uang muka bagi pembeli.

"Adanya aturan ini maka penjualan rumah di atas 36 yang sempat mati suri di prediksi bisa bergairah kembali. Akibat aturan bagi pembeli rumah di atas 36 dengan uang muka yang 50 persen. Regulasi yang baru menjadi harapan yang luar biasa bagi pelaku properti," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved