Pilgub Kalbar

Ini Imbauan Sekum MUI Kalbar Soal Hasil Quick Count Pilgub Kalbar 2018

Zulkifili mengimbau umat Islam khususnya dan seluruh umat beragama Kalbar umumnya untuk menyikapi hasil Pilkada yang belum final dengan bijak.

Ini Imbauan Sekum MUI Kalbar Soal Hasil Quick Count Pilgub Kalbar 2018
Logo
MUI

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Para pemuka agama Kalimantan Barat mengimbau masyarakat sebagai umat beragama tidak terprovokasi oleh hal-hal mengarah ke perpecahan usai tahapan pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2018 di wilayah Provinsi Kalimantan Barat.

Khusus Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Kalbar, para pemuka meminta masyarakat beragama junjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan guna merawat kebhinekaan dan keragaman di Kalbar.

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalbar, Zulkifili mengimbau umat Islam khususnya dan seluruh umat beragama Kalbar umumnya untuk menyikapi hasil Pilkada yang belum final dengan bijak.

Kendati ada hasil quick count atau hitung cepat yang menunjukkan satu diantara kontestan Pilgub yang unggul.

“Pertama, kita harus menunggu bahwa keputusan akhir adalah hasil perhitungan manual dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar yang nantinya diplenokan dan ditetapkan,” ungkapnya saat diwawancarai Tribun Pontianak, Minggu (1/7/2018) malam.

Sembari menunggu hasil real count, pihak yang merasa menang dalam quick count harus menahan diri dengan tidak merayakannya secara berlebihan. Demikian juga pihak yang kalah juga harus berlaku bijak dengan hati lapang dan pikiran jernih.  

“Saya harap semua tidak melakukan hal-hal yang dapat memancing pihak-pihak lain untuk bereaksi negatif. Jadi, kita harus menjaga ketenangan, kedamaian dan ketentraman di seluruh wilayah Kalbar,” terangnya.

Semua sudah menyelesaikan dan melewati tahap pencoblosan. Setidaknnya, semua pihak harus mengapresiasi pelaksanaan Pilkada Kalbar yang tentram, aman dan damai.

“Ini prestasi karena Kalbar sempat dikategorikan rawan konflik. Meskipun ada riak-riak kecil yang terjadi di masyarakat. Saya imbau untuk tidak disikapi secara berlebihan,” imbuhnya.  

Tidak hanya kandidat yang berkompetisi dalam Pilkada, pendukung maupun pemilih masing-masing kandidat juga diminta untuk menahan diri dan jangan berlaku hal yang dapat memancing pihak lain berlaku negatif.

“Sekali lagi, saya minta tunggu hasil perhitungan KPU. Kalau ada pelanggaran, intimidasi dan persoalan terkait Pilkada lainnya serahkan semuanya kepada pihak Bawaslu dan pihak berwenang. Jika melanggar hukum, serahkan ke Polri,” timpalnya.

Zulkifli menambahkan pemimpin yang nantinya terpilih adalah pemimpin rakyat Kalbar. Siapapun yang terpilih dan ditetapkan oleh KPU adalah pemimpin semua. Bukan pemimpin salah satu kelompok, partai, suku, agama atau golongan tertentu.

“Ya, pemimpin masyarakat Kalbar. Siapapun itu adalah pilihan masyarakat. Siapapun yang terpiih dan dilantik harus didukung secara penuh programnya. Kalau sekiranya kemarin terbelah karena pilihan berbeda dalam Pilkada, ke depan kita harus bersatu. Selama ini kan semua bersatu. Rawat keberagaman yang sudah lama kita rajut bersama di Indonesia, khususnya Kalbar,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help