Pilkada Serentak
Bawaslu Kalbar Pantau TPS di Singkawang, Ini yang Jadi Sorotan
Dikatakan Faisal, di Kota Singkawang ia menyusuri tiga kecamatan yang dianggap rawan, dan bertemu dengan pengawas di TPS masing-masing.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kalbar, Faizal Riza mengatakan, Bawaslu Kalbar bersama Panwaslu Kabupaten Kota termasuk Panwaslu Kota Singkawang melakukan patroli pengawasan ke sejumlah TPS-TPS terutama yang dianggap rawan.
“Kita melakukan patroli pengawasan dengan turun ke daerah-daerah bersama jajaran kami, berdasarkan hasil pemeriksaan memang beberapa TPS menunjukkan indikator pemilih ganda atau menggunakan hak pilih orang lain,” ujar Faisal Riza, ST,MH saat berkunjung ke Singkawang, Selasa (26/6/2018).
Baca: Status Tersangka, KPK Tak Izinkan 9 Calon Kepala Daerah Mencoblos Besok
Dikatakan Faisal, di Kota Singkawang ia menyusuri tiga kecamatan yang dianggap rawan, dan bertemu dengan pengawas di TPS masing-masing.
“Kerawanan itu di antaranya soal politik uang, menggunakan hak pilih orang lain dan kampanye di luar jadwal. Kami hanya mendeteksi potensi kecurangan dan pelanggaran soal politik uang,” katanya.
Terkait dengan politik uang, kata Faisal Riza, pihaknya mendeteksi dan melakukan identifikasi, aktor-aktor mana saja yang berpotensi melakukan pelanggaran politik uang.
Memang belum menjadi aktor, tapi bisa saja berpotensi menjadi aktor politik uang. "Misalnya ada relawan berbayar, dan kita memantau aktivitas relawan yang berbayar, dan kalau ada orang yang menawarkan kita akan cari siapa nama yang menawarkan, kita khawatir warga tidak tahu. Misalnya ada ibu-ibu yang mencuci baju tapi kena, kan kasihan,” katanya.
Baca: Sosialisasi TDUP, Pengusaha Harapkan Lebih Gencar dan Jangkau Lebih Luas
Pihaknya meminta Panwaslu Kota Singkawang agar mensosialisasikan ini agar lebih intensif serta mensosialisasikan terkait ancaman pidana menggunakan hal pilih orang lain.
“Kita minta panwascam juga mengikuti dan mengejar terkait politik uang, dan tentu harus dibuktikan dengan adanya pemindahan materi atau uang ke pemilih berarti sudah terbukti ada politik uang, misalnya ada video dan saksi dan ini tantangan kita, dan kita melakukan pencegahan jangan sampai itu terjadi,” ujarnya.