5 Hal Unik Tentang Festival Meriam Karbit di Pontianak yang Harus Kamu Ketahui 

Festival ini sudah terkenal hingga ke mancanegara dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Pontia

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah warga bergotong royong menaikkan gelondongan meriam karbit di Kampung Tambelan Sampit, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (1/6/2018) malam. Perang meriam karbit merupakan permainan tradisi menyambut Idul Fitri yang juga merupakan event wisata tahunan andalan di Kota Pontianak. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Tidak seperti meriam yang umumnya menggunakan bambu, Meriam Karbit Pontianak menggunakan batang kayu yang besar dengan diameter 60-70 cm dan panjang 5-7 meter, biasanya berbahan kayu Ulin, Mabang, Batang Kelapa, Meranti dan bahkan kayu Kempas.

Setelah siap, batang pohon tersebut kemudian di dibelah dua untuk di keruk bagian dalamnya.

Setelah dikeruk, batang tersebut kembali di satukan. Untuk menutup rongga diantara kayu dapat menggunakan karung goni. Kemudian batang kembali disatukan dan diikat menggunakan rotan dan besi untuk memastikan meriam tidak pecah atau terbelah.

5. Disimpan dengan cara yang unik 

Tidak hanya proses pembuatannya yang unik, meriam karbit Pontianak juga disimpan dengan cara yang unik. 

Meriam karbit yang telah selesai digunakan, akan direndam di Sungai Kapuas agar bisa dipakai untuk tahun depan. Penyimpanan dengan cara direndam ini, bertujuan untuk memperpanjang usia pemakaiannya.
 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved