Jadikan Lebaran Lebih Terang, PLN Operasikan PLTU Bengkayang
PLN mengoperasikan beberapa proyek di Kalimantan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik selama bulan suci ramadan dan hari raya idul fitri.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - PLN mengoperasikan beberapa proyek di Kalimantan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik selama bulan suci ramadan dan hari raya idul fitri.
Hal ini dilakukan setelah sebelumnya berhasil menyambungkan interkoneksi jaringan transmisi di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, kini PLN operasikan satu lagi PLTU di Kalimantan Barat.
Pengoperasian PLTU Parit Baru Site Bengkayang yang berlokasi di Dusun Tanjung Gundul Kecamatan Sei Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang dengan kapasitas 2x50 MW dilaksanakan pada Senin (4/6/2018) oleh Direktur Bisnis Regional Kalimantan Machnizon Masri.
Baca: DPRD Kalbar Minta PLN Jamin Ketersediaan Pasokan Listrik Dua Pekan Terakhir Ramadan
Pembangkit ini termasuk dalam proyek pemerintah fast track program 2 (ftp 2) yang pembangunannya dimulai pada Juli 2013 dengan total nilai investasi lebih dari Rp 1,3 Triliun rupiah.
"Alhamdulillah, hikmah di bulan ramadan ini kami dapat mewujudkan visi kami untuk membuat Kalimantan benderang. Pengoperasian satu unit PLTU ini direncanakan akan menambah pasokan daya sebesar 50 Mega-Watt ke Sistem Khatulistiwa," ujarnya.
Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie mengapresiasi upaya PLN dalam mencukupi kebutuhan listrik khususnya di Singkawang.
"Sebagai kota bisnis yang berkembang, banyak investor kita coba ajak untuk berinvestasi disini. Saya optimis dengan ketersediaan listrik yang baik investasi juga akan bertumbuh." ungkap Tjhai Chui Mie saat mengunjungi proyek PLTU ini dengan para investor asal negeri Tiongkok Sabtu, (2/6/2018).
GM PLN UIP Kalimantan Bagian Barat Rahmat Lubis mengatakan bahwa selain mempersiapkan pembangkit, saat ini PLN tengah melakukan perkuatan jaringan transmisi dan gardu induk dengan kegiatan rekonduktoring atau penggantian kabel konduktor dengan jenis yang lebih baik dan lebih kuat.
Sehingga, nantinya daya listrik yang dapat dihantarkan menjadi lebih maksimal, terutama untuk daerah Singkawang dan Bengkayang.
Kegiatan rekonduktoring sedang dilakukan untuk jalur transimisi 150 kV Singkawang-Bengkayang, dan kegiatan serupa akan dilakukan pula untuk jalur SUTT 150 kV Singkawang-Senggiring/Mempawah, dan Mempawah-Parit Baru.
Tidak hanya rekonduktoring, kegiatan uprating atau penambahan kapasitas trafo dan jalurnya juga dilakukan bagi Gardu Induk (GI) 150 kV Singkawang dan GI 150 kV Sambas.
"Penambahan sebesar masing-masing 60 MVA bagi kedua GI tersebut meningkatkan kesiapan daya sebesar 180 MW dan 120 MW," tuturnya.
Dengan beroperasinya PLTU ini maka pasokan listrik di Sistem Khatulistiwa akan semakin berlimpah.
Sehingga siap untuk memenuhi kebutuhan baik di sektor rumah tangga, bisnis maupun industri.