Pilgub Kalbar

Karolin Ajak Generasi Muda untuk Aktif Melestarikan Budaya

Untuk itu dirinya meminta agar generasi muda Kalbar untuk bisa terus bekerja keras dan berusaha meningkatkan kualitas diri

Karolin Ajak Generasi Muda untuk Aktif Melestarikan Budaya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 2, Karolin Margret Natasa 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 2, Karolin Margret Natasa mengharapkan bujang dan dara gawai Dayak bisa terus melestarikan nilai-nilai yang ada di dalam budaya Dayak, sehingga menjadi contoh pemuda Dayak lainnya agar tidak meninggalkan akar budaya yang ada.

"Dengan semakin berkembangnya zaman di era digital saat ini, banyak pemuda yang mulai meninggalkan akar budayanya. Untuk itu melalui kegiatan pemilihan bujang dan dara gawai ini, diharapkan generasi muda kita bisa menjadi agen budaya yang terus memperkuat akar budaya kita," kata Karolin saat memberikan sambutan ketika menjadi juri pemilihan Bujang dan Dara Gawai 2018 di Pontianak, Rabu (23/5/2018) malam, sesuai dengan rilis yang diterima Tribunpontianak.co.id

Baca: Menyaksikan Grand Final Bujang Dara Gawai 2018, Ini Pesan Karolin

Menurutnya, sebagai generasi millenial, dirinya meminta generasi muda Kalbar harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan melihat kualitas para peserta bujang dan dara gawia ini, dirinya yakin, generasi muda Kalbar mampu bersaing di tingkat global.

Baca: Karolin: Jangan Rusak Keamanan di Kalbar Hanya Untuk Pilkada

Untuk itu dirinya meminta agar generasi muda Kalbar untuk bisa terus bekerja keras dan berusaha meningkatkan kualitas diri, agar bisa terus bersaing.

"Yang paling penting, generasi muda kita jangan sampai melupakan akar budayanya, karena akar budaya inilah yang menjadi menyebabkan kita memiliki kepribadian dan kemampuan untuk beradaptasi," tuturnya.

Bupati Landak yang sedang mengambil masa cuti kampanye itu menambahkan, sebagai negerasi millineal, pemuda merupakan aset berharga bagi masa depan Kalbar dan Indonesia pada umumnya. Terlebih Pada 2020 Indonesia akan mengalami bonus demografi dimana penduduk Indonesia didominasi usia produktif.

"Lahir di tengah perkembangan teknologi canggih, membuat generasi millennials sangat tergantung pada penggunaan teknologi. Hal ini juga mempengaruhi kebiasaan serta cara pandang mereka, sehingga kita tidak boleh melupakan akar budaya kita,a agar tidak tercerabut oleh perkebangan zaman," katanya.

Mantan Dara Gawai 2006 itu mengingatkan kepada para pemenang pemilihan bujang dan dara gawai 2018 ini bisa terus mengembangkan potensi dirinya dan bisa menularkan virus positif kepada generasi muda agar bisa terus berinovasi dan berkarya.

"Mari kita wujudkan generasi Kalbar Hebat untuk masa depan yang lebih baik," kata Karolin. 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help