Sopir Truk Tewas

Korban Ledakan Ban di Sintang Diterbangkan ke Jawa Tengah

Namun karena permintaan istri korban, jenazah korban diminta untuk dikebumikan ke kampung halamannya di Jawa Tengah.

Korban Ledakan Ban di Sintang Diterbangkan ke Jawa Tengah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAHIDIN
Kapolsek Kelam Permai Iptu Hariyanto bersama anggota membantu mengurus jenazah sopir korban ban meledak BS (38) untuk dapat diterbangkan ke kampung halamannya, Selasa (22/5/2018) kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Jenazah almarhum BS (38), sopir yang meninggal akibat ledakan ban mobil truk yang dikendarainya akhirnya bisa diterbangkan untuk dikebumikan di tanah kelahirannya di Desa Kedaung, Kecamatan Banyu Putih, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah.

Diberitakan sebelumnya, BS meninggal dunia karena mengalami kecelakaan kerja saat mengganti ban mobil truk yang dikendarainya di Jalan Sintang - Putusibau Kilometer 60, Desa Pelimping, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang.

(Baca: Ngeri! Usai Bunuh dan Tenggelamkan Istri, Ayung Gantung Diri )

Kapolsek Kelam Permai Iptu Hariyanto menjelaskan bahwa memang saat itu pelak mobil truk milik BS sudah retak. Naasnya, saat ia mencungkil tiba-tiba ban meledak karena tidak dikempeskan usai perjalanan jauh.

Setelah kejadian tersebut, BS diketahui meninggal ditempat. Anggota Polsek Kelam Permai yang datang ke lokasi pun berusaha mencari tahu nomor kontak keluarga korban, dan didapatkan kontak abang korban.

"Saat itu, abang korban kita hubungi sedang berada di Pontianak. Setelah mendapat kabar duka, abangnya langsung ke Sintang, Senin (21/5) malam untuk mengurus jasad adiknya dan rencananya mau dikuburkan di Kapuas Hulu," katanya.

(Baca: Pokja Nilai Penyelenggara Harus Berikan Sosialisasi Pada Masyarakat dan Peserta Pemilu 2019 )

Namun karena permintaan istri korban, jenazah korban diminta untuk dikebumikan ke kampung halamannya di Jawa Tengah. Saat itu, abang korban pun tampak kebingungan untuk mengurus surat-menyurat mengirimkan jenazah.

"Kami kemudian membantu mengurus administrasinya ke RSUD Ade M Djoen Sintang. Karena harus ada surat suntik formalin dan surat layak terbang sebagai syarat penerbangan," tambahnya Iptu Hariyanto.

(Baca: Ngeri! Usai Bunuh dan Tenggelamkan Istri, Ayung Gantung Diri )

Alhasil, pada Selasa (22/5/2018) pukul 18.00 WIB, jenazah BS dapat diberangkatkan menggunakan mobil ambulans ke Pontianak. Karena sudah mengantongi surat Layak Terbang dan surat Suntik Formalin hingga jenasah bisa berangkat ke Pontianak lalu dibawa ke Jawa Tengah.

"Kita turut berduka cita atas kejadian tersebut, apa yang kita lakukan membantu proses admin semata-mata demi tugas kemanusiaan. Namun tentunya sesuai prosedur dan aturan. Semua sudah dilengkapi," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved