Jamin Warganya Tak Mengemis, Ini Langkah Yang Diambil Pemkot Pontianak
Bagi warga Pontianak setelah data mereka lengkap, maka Dinsos langsung mengusulkan bantuan melalui wali kota untuk diberikan bantuan beras.
Penulis: Syahroni | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Saat Ramadan tiba biasanya dimanfaatkan orang-orang tak mampu bahkan orang mampu untuk momentum mencari keuntungan dengan mengharapkan belas kasihan masyarakat.
Tak heran di Kota-kota besar, termasuk Kota Pontianak momentum Ramadan ini banyak bermunculan pengemis musiman.
Baca: Martin Rantan Imbau Pelihara Kesucian Ramadan
Pengemis musiman ini biasanya berdatangan dari luar Kota Pontianak, Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak, Aswin Djafar menuturkan jika memang ada warga Kota Pontianak yang menjadi pengemis maka pihaknya akan mendata dan mereka diberikan bantuan sosial, sehingga tak menjadi pengemis lagi.
"Untuk orang-orang yang belum beruntung, atau kurang mampu, Pemerintah kota melalui Dinsos sudah melakukan pembinaan dengan mendata pengemis, terutama yang dimasjid-masjid itu sudah kami data," ucap Aswin Djafar saat diwawancarai diruang kerjanya, Jumat (18/5/2018).
Baca: Mahmudah: Banyaknya Studi Banding Pada Pemkot Pontianak, Pengakuan Dari Pemda Lain Atas Prestasi
Mereka didata menurut Aswin untuk ditingkatkan kesejahteraannya, sehingga merka tak meminta-minta lagi.
Namun selama ini yang didapat dilapangan bukanlah warga Pontianak sehingga pemerintah tak bisa memberikan bantuan, namun hanya bisa dipulangkan kedaerah asalnya.
Bagi warga Pontianak setelah data mereka lengkap, maka Dinsos langsung mengusulkan bantuan melalui wali kota untuk diberikan bantuan beras.
"Ptogram memberikan beras ini, sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Dalam Satu bulan mereka dapat 15 kilogram, mereka ambil sendiri di kantor Dinsos," jelasnya.
Saat ini warga Pontianak yang dulunha pernah meminta-minta tercatat ada 47 orang dan itu sudah diberikan bantuan oleh pemerintah setiap bulannya dengan 15 Kg beras. Untuk bulan Mei 2018 ini dari 47 orang yang terdata sebagian besar telah mengambil berasnya di Kantor Dinsos Pontianak, hanya tinggal 5-7 karung lagi yang tersisa belum diambil.
"Banyak juga pengemis yang tidak punya data atau bukan orang Pontianak kami tidak bisa berikan bantuan. Terkait itu maka kami akan berupaya dengan kegiatan validasi data, kami akan mendata mereka yang arti kata diusulkan jaminan sosialnya," ucapnya.
Tak hanya diberikan beras, mereka yang 47 orang tersebut karena warga Pontianak juga diberikan jaminan sosial lainnya, seperti Kartu Indonesia Sehat, jika ada anaknya sekolah maka diberikan juga Kartu Indonesia Pintar.
Pihaknya terus melakukan validasi data terkait penduduk Kota Pontianak. Setiap enam bulan sekali seluruh data yang ada terus divalidasi agar tepat sasaran.
"Jadi kami verifikasi dan validasi data itu tiap enam bulan sekali. Bulan Mei sudah diusulkan nanti bulan Oktober lagi. Mungkin dia meninggal pindah dan mampu, memang perlu penyempurnaan," tambahnya.
Dijelaskannya jika ditemukan di lapanagan mengapa orang mampu dapat bantuan, mungkin dulu dia termasuk kategori tidak mampu dan ada juga dulunya tak dapat bantuan karena masuk kategori mampu dan sekarang dapat, itulah fungsinya validasi data yang dilakukan secara berkala.
"Inilah masalah pengemis musiman ini, bukan warga Pontianak tapi mereka datang dari daerah luar. Kalau memang warga Pontianak akan kita data fan berikan bantuan sehingga tingkat kesejahteraannya meningkat. Sedangkan yang warga luar kita pulangkan kedaerahnhya," pungkas Aswin Djafar.