Puluhan Warga Desa Sungai Kelik Datangi Mapolres Ketapang, Ada Apa Ya?

Lebih 50 warga Desa Sungai Kelik Kecamatan Nanga Tayap mendatangi Mapolres Ketapang, Rabu (16/5).

Puluhan Warga Desa Sungai Kelik Datangi Mapolres Ketapang, Ada Apa Ya?
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI
Tokoh masyarakat Desa Sungai Kelik, Saprul saat diwawancarai awak media di Mapolres Ketapang, Rabu (16/5). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Lebih 50 warga Desa Sungai Kelik Kecamatan Nanga Tayap mendatangi Mapolres Ketapang, Rabu (16/5).

Mereka mempertanyakan perkembangan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan warga oleh oknum tertentu dan disalhgunakan.

Kasus tersebut sudah dilaporkan warga itu pada awal Januari 2018 lalu. “Namun hingga saat ini belum selesai diproses,” kata Tokoh Masyarakat Desa Sungai Kelik, Saprula (57) kepada awak media saat di Mapolres Ketapang.

“Sebab itu kita datang ke Mapolres Ketapang ini untuk mempertanyakannya. Kita ingin tahu bagaimana dan sudah sejauh mana penyelesaian kasus tersebut,” lanjutnya.

Baca: Pemkab Ketapang Mantapkan Informasi Publik dan PPID

Ia mengungkapkan warga agak sedikit resah terhadap kasus yang sudah dilaporkannya tapi belum ada titik terang selesai. “Hasil yang kita dapat bahwa pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memproses kasus ini,” ungkapnya.

“Kedatangan kita ini paling tidak bisa menenangkan warga. Kita berharap kasus ini cepat diselesaikan agar warga yang dirugikan akibat pemalsuan tanda tangan bisa tenang. Kita percayakan penyelesaian kasus ke aparat penegak hukum,” sambungnya.

Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kanit II Polres Ketapang, Aiptu Nainggolan membenarkan tuntutan puluhan warga itu. Warga itu datang mempertanyakan perkembagan kasus pemalsuan tanda tangan yang sudah dilaporkannya.

“Jadi kita jelaskan saat ini sedang dalam proses. Kita katakan semua laporan yang masuk pasti akan kita tindak lanjuti. Hanya saja penyelesaiannya tidak bisa begitu saja,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa dalam sebuah perkara untuk bisa diajukan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) tentu harus memenuhi syarat. Misalnya terpenuhinya alat bukti dan lain sebagainya baru bisa diajukan ke JPU kemudian ke pengadilan untuk diproses sidang.  

“Kita imbau kepada warga agar bersabar menunggu proses penyelesaian kasus ini. Kita juga berharap semua laporan yang masuk jika dapat diselesaikan secepatnya,” tuturnya.

Penulis: Subandi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help