IPDN Tegaskan Memiliki Rasa Kepedulian Terhadap Masyarakat Kecil

Praktik lapangan di Ketapang yang dimulai pada 16 April hingga 15 Mei 2018 ini diikuti 95 praja IPDN berasal dari 34 provinsi di Indonesia.

IPDN Tegaskan Memiliki Rasa Kepedulian Terhadap Masyarakat Kecil
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SUBANDI
Pj Sekda Ketapang, Heronimus Tanam (baju batik kuning hijau) berfoto bersama pihak lainnya saat peresmian bedah rumah warga Ketapang oleh praja IPDN Kampus Kalbar belum lama ini di Kelurahan Mulya Kerta, Jumat (11/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Terkait praktik lapangan mahasiswa Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Kalimantan Barat (Kalbar) di Ketapang yang dilepas secara resmi oleh Bupati Ketapang, Martin Rantan di Kantor Bupati Ketapang, Senin (16/4/2018) lalu.

Praktik lapangan di Ketapang yang dimulai pada 16 April hingga 15 Mei 2018 ini diikuti 95 praja IPDN berasal dari 34 provinsi di Indonesia.

Satu di antara kegiatan mahasiswa itu yakni bedah rumah warga kurang mampu di beberapa Kecamatan di Ketapang.

Baca: Dibantu Bedah Rumah, Pemkab Ketapang Berterimakasih Kepada IPDN

Rektor IPDN diwakili Direktur IPDN Kampus Kalbar, Murtir Jeddaw mengatakan bedah rumah itu hanya satu di antara program pihaknya dalam bidang pembangunan. Selain itu pihaknya juga ada melaksanakan program lain.

Di antaranya program dibidang pemerintahan, kemasyarakatan dan lain-lain. “Para praja IPDN disebar di lima kecamatan di Ketapang,” kata Murtir melalui rilis Mahasiswa IPDN, Abd Rahman kepada awak media di Ketapang, Minggu (13/5/2018).

Baca: Berikut Daftar Juara Turnamen Voli Pasir PBVSI se Kalbar

 “Tujuannya untuk belajar sekaligus membantu pekerjaan aparatur pada bidang pemerintahan dan pembangunan. Serta pada bidang kemasyarakatan di berbagai unit pemerintahan tempat para Praja IPDN itu ditempatkan,” lanjutnya.

Murtir menegaskan khususny program bedah rumah itu dilakukan sebagai kepedulian lembaga IPDN kepada masyarakat. Khususnya terhadap warga kurang mampu yang memiliki rumah tidak layak huni sehingga perlu dibantu untuk dibenahi.

“Tentunya kami tidak dapat membantu secara keseluruhan untuk masyarakat kurang mampu karena keterbatasan pendanaan. Namun setidaknya bedah rumah ini sebagai bukti bahwa kami peduli kepada masyarakat kecil,” tuturnya. 
 

Penulis: Subandi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help