Hadiri Tradisi Tolak Bala Dan Seprahan di Teluk Pakedai, Ini Maknanya Bagi Rusman Ali

Rusman Ali mengatakan, sebagaimana tradisi dan adat istiadat yang ada dimasyarakat, tolak bala juga diisi dengan makan saprahan bersama.

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Bupati Kubu Raya Rusman Ali menghadiri acara Tolak Bala di Sungai Pulau Desa Teluk Pakedai Satu, Kecamatan Teluk Pakedai, Sabtu (5/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribunpontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya Rusman Ali menghadiri acara Tolak Bala di Sungai Pulau Desa Teluk Pakedai Satu, Kecamatan Teluk Pakedai, Sabtu (5/5/2018).

Rusman Ali menyampaikan kegiatan Tolak Bala disamping sebagai tradisi kebudayaan masyarakat setempat juga harus dimaknai sebagai kegiatan ibadah.

"Jadi ini adalah kegiatan tradisi, adat dan kebudayaan yang sangat bagus dan harus kita lestarikan. Namun dalam tolak bala, yang paling utama yang harus kita lakukan adalah doa dan ibadah kepada Allah SWT. Sebab pertolongan kita hanya kepada Allah," ujarnya.

Baca: Abdul Rahmi Nilai Desa Sungai Enau Dapat Jadi Contoh Transparansi Pengelolaan Desa

Rusman Ali mengatakan, sebagaimana tradisi dan adat istiadat yang ada dimasyarakat, tolak bala juga diisi dengan makan saprahan bersama.

Baca: FGD di Sungai Enau Sebagai Bentuk Kepedulian Pemuda Pada Pembangunan Desa

"Makan bersama-sama saprahan di sepanjang jalan dan jembatan Sungai Pulau, sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas rezky, iman dan kehidupan yang diberikan kepada manusia," lanjutnya.

Ia mengatakan tradisi saprahan juga harus tetap dapat dijaga dan dilestarikan, karena dalam makan saprahan, banyak nilai-nilai kehidupan yang didapat.

"Dalam makan saprahan bersama ini, banyak nilai-nilai kehidupan yang kita dapatkan. Kita bisa saling berbagi, duduk sama rata seluruh komponen masyarakat, tidak ada perbedaan kasta-kasta masyarakat," katanya.

Melalui seprahan ini pula diakuinya rasa persaudaraan terus terjalin antara satu dan lainnya.

"Semua kita adalah sama, sesama saudara, melalui seprahan ini kita bertukar makanan yang dibawa dari rumah masing-masing. Ini adalah tradisi yang sangat indah, persaudaraan, kekompakan dan keharmonisan yang sangat indah," tuturnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved