Polda Kalbar Ajak Semua Pihak Cegah Terjadinya Pungli

Ia mengatakan sosialsasi di Ketapang ini setelah pihaknya melakukan sosialisasi yang sama di kabupaten dan kota lain di Kalbar.

Polda Kalbar Ajak Semua Pihak Cegah Terjadinya Pungli
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Ketua UPP Saber Pungli Provinsi Kalimantan Barat, Kombes Pol Drs Andi Musa SH (tegah seragam polisi) dan lain-lain foto bersama saat kegiatan sosialisasi tentang Saber Pungli di aula Pendopo Bupati Ketapang, Kamis, (5/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Ketua Unit Pemberantas Pungli (UPP) sapu bersih Pungutan Liar (Saber Pungi) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Kombes Pol Drs Andi Musa SH melakukan sosialisasi tentang Saber Pungli di Aula Pendopo Bupati Ketapang, Kamis, (3/5).

Ia mengatakan sosialsasi di Ketapang ini setelah pihaknya melakukan sosialisasi yang sama di kabupaten dan kota lain di Kalbar.

“Kami sudah keliling Kalbar,” katanya melalui rilis Peliputan Kehumasan dan Protokol Setda Ketapang, Alwi Adi, Kamis (3/5/2018).

“Tujuan kami untuk mengajak kita semua untuk membersihkan diri dari Pungli. Pungli harus diberantas karena merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara,” lanjut  Irwasda Polda Kalbar tersebut.

Baca: Tegas Ingin Berantas Pungli, Polda Kalbar Sosialisasi Saber Pungli di Ketapang

Ia menjelaskan sosialisasi Saber Pungli ini menyasar seluruh sentral pelayanan publik. Di antaranya di kementrian, lembaga, pemerintah daerah dan juga instansi vertikal.

“Bersama tim kita hadapi tantangan besar, bersama tim kita menjadi pemenang. Mari kita bersama-sama menghadapi Pungli,” tuturnya

Andi Musa kemudian mengajak seluruh lapisan masyarakat jika mengetahui ada Pungli agar mau melaporkannya.

Serta menjadi saksi jika mendengar dan melihat terjadinya Pungli. Jika masyarakat acuh maka menurutnya Pungli akan meraja lela.

Menurutnya pada Satgas Saber Pungli ada upaya pencegahan. Di antaranya penyuluhan dan sosialisasi memberikan informasi kepada masyarakat. Bahkan ada juga penindakan yang di kenal dengan operasi tangkap tangan (OTT).

“Namun saya mengajak mari semua pihak memperbanyak pencegahan dari pada penindakan. Lantaran pencegahan lebih mudah dibanding melakukan penindakan,” ujarnya. 

Penulis: Subandi
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help