Sidang Tipikor Alkes RSUD Kota Pontianak, Giliran Kadiskes Beri Kesaksian

Proyek pengadaan alkes ini merugikan negara senilai Rp 13.419.616.000 berdasarkan audit BPK RI dari pagu anggaran sebesar Rp 35 miliar.

Sidang Tipikor Alkes RSUD Kota Pontianak, Giliran Kadiskes Beri Kesaksian
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKY PRABOWO RAHINO
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pontianak Sidiq Handanu memberikan kesaksian dalam sidang kedelapan perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) ?Pengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (Alkes RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun Anggaran 2012 di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Selasa (10/4/2018) siang. (Pra) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Prabowo

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pontianak Sidiq Handanu memberikan kesaksian dalam sidang kedelapan perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) Pengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (Alkes RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun Anggaran 2012.

Sidang berlangsung di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Selasa (10/04/2018) siang.

Baca: Jawab Saksi Dua Pegawai BCA di Sidang Ketuju Alkes, Penasehat Hukum Kurang Puas

Ia menjadi satu di antara enam saksi yang diperiksa dalam beragenda pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam proyek yang mengakibatkan kerugian senilai Rp 13.419.616.000 berdasarkan audit BPK RI dari pagu anggaran sebesar Rp 35 miliar.

Selain Sidiq Handanu, para saksi yang dimintai keterangan yakni M Ridwan Sadiq, Kiki Nurpatria, I Wayan Nugraha, Slamet Supriyadi dan Mu'minun. Ketiga terdakwa juga dihadirkan yakni pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yekti Kusumawati, Pemilik PT Bina Karya Sarana sekaligus Direktur PT Mitra Bina Medika Suhadi dan Direktur Utama PT Bina Karya Sarana Sugito.

Baca: Majelis Hakim Cecar Saksi di Sidang Lanjutan Tipikor Alkes RS Sultan Mohammad Pontianak

Dalam kesaksiannya, Sidiq Handanu menegaskan saat ada peoyek pengadaan ini, dirinya menjabat sebagai Direktur RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak. Sebagai Direktur, tugas pokoknya tidak terlepas dari manajemen pelayanan, Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya fisik RSUD sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

"Benar, saat itu saya sebagai Direktur. Saya diangkat mengemban jabatan itu per 1 Maret 2012," ungkapnya saat persidangan.

Sidiq menegaskan dirinya tidak tahu siapa pemenang dari proyek pengadaan alkes itu. Ia menimpali dirinya tidak punya kompetensi untuk ketahui hal itu.

Halaman
12
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved