Sampai Maret 2018, Terdapat 150 Kasus DBD di Ketapang

Terdapat 150 kasus DBD di Ketapang tersebar diberbagai kecamatan dan paling banyak di wilayah perkotaan

Penulis: Subandi | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/SUBANDI
saat diwawancarai awak media di Ketapang 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ketapang, Rustami mengatakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Ketapang saat ini tak terlalu banyak. Bahkan sejak Januari hingga Maret 2018 hanya terdapat 150 kasus DBD di seluruh Ketapang.

“Terdapat 150 kasus DBD di Ketapang tersebar diberbagai kecamatan dan paling banyak di wilayah perkotaan,” kata Rustami kepada awak media di Ketapang, Senin (9/4).

(Baca: DBD Renggut Satu Nyawa di Ketapang )

Ia mengungkapkan gigitan nyamuk penyebab DBD itu biasanya saat jam sekolah. Sebab itu ia mengimbau agar pihak sekolah harus benar-benar membersihkan lingkungan. “Selain di rumah yang harus dibersihkan itu di sekolah,” ucapnya.

Dijelaskannya sedangkan di antara upaya pihaknya yakni membagikan abate dan melakukan fongging di masyarakat.

“Kita selama ini juga selalu cepat tanggap menyikapi hal-hal terkait DBD seperti melakukan fongging itu,” ujarnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved