Nanik: Mangrove Park Pengungkit Daya Tarik Pariwisata di Mempawah
Nanik mengatakan bahwa di tahun 2017, kunjungan wisatawan di Mempawah meningkat hingga diatas 300 persen.
Penulis: Ferryanto | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Wisata Hutan Mangrove saat ini tengah di gandrungi oleh masyarakat dari berbagai daerah. Satu di antaranya, Kabupaten Mempawah, bisa di Katakan merupakan pionir Wisata Mangrove yang ada.
Dinas Pendidikan, Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata Mempawah melalui Kepala Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Nanik Sawitri mengatakan, Mempawah Mangrove Park merupakan sebuah obyek ecowisata serta merupakan wadah dan tempat bagi orang yang mau belajar tentang budidaya mangrove.
Ia mengungkapkan, Mempawah Mangrove Park yang berada di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir serta beberapa Wisata Mangrove yang ada di Mempawah merupakan pengungkit daya tarik pariwisata di Mempawah.
(Baca: Pedagang Pasar Putussibau: Saya Pilih Sutarmidji Karena Ingin Pasar Rapi )
Nanik mengatakan bahwa di tahun 2017, kunjungan wisatawan di Mempawah meningkat hingga diatas 300 persen.
Dirinya berharap agar Mempawah Mangrove Park bisa menerapkan Sapta Pesona sehingga dapat terus meningkatkan wisatawan di Kabupaten Mempawah.
"Dengan Sapta Pesona yg dilambangkan, Matahari yang bersinar sebanyak 7 buah yang terdiri atas unsur Kemanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesejukan, Keindahan, Keramahan, dan Kenangan," paparnya.
"Maka saya yakin Mempawah Mangrove Park akan dapat menjadi ujung tombak daya tarik pariwisata di Kabupaten Mempawah,"imbuhnya sembari berharap akan kemajuan pariwisata di Mempawah.