Bocah Tenggelam di Ampera
Seragam Sekolah Tak Bertuan, Awal Kronologi Penemuan Bocah Tenggelam di Ampera
Informasi awal diketahui dari pemilik warung pecal yang menemukan pakaian dan peralatan sekolah di pinggir parit, tapi tidak ada orangnya.
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Seorang bocah berusia 9 tahun Aidifitra Asnara yang di temukan tak bernyawa di Parit yang berada dalam Komplek Villa Mega Mass Desa Ampera Kec Sui Ambawang, Rabu (28/3/2018) siang dibenarkan oleh Kapolsek Sui Ambawang AKP Heri Purnomo.
Ia menuturkan informasi awal diketahui dari pemilik warung pecal yang menemukan pakaian dan peralatan sekolah di pinggir parit, tapi tidak ada orangnya.
Baca: BREAKING NEWS : Diduga Tak Bisa Berenang, Bocah 9 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam
"Kemudian pemilik warung pecal memberikan kepada warga yang lain, dan di lakukan pencarian disekitaran TKP dan menemukan Korban diduga sudah tidak bernyawa berada didasar parit, "kata Kapolsek Sui Ambawang ini.
Dikatakannya lagi, oleh warga sempat di upayakan di berikan pertolongan dan mengangkat korban dan membawanya kerumah Sakit RSU Yarsi Pontianak untuk mendapatkan pertolongan medis.
Baca: Tahap Uji Coba, Perlintasan PLBN Aruk-Biawak Dapat Tingkatkan Kerjasama Ekonomi dan Transportasi
Lanjutnya, namun saat berada di RSU Yarsi Pontianak, keterangan dari Dokter yang menangani, bahwa anak tersebut pada saat tiba di Rumah Sakit sudah dalam keadaan meninggal dunia.
"Selain itu juga sempat di lakukan visum luar pada jasad korban, tapi oleh tim medis tidak ditemukan adanya tanda - tanda kekerasan dan diperkirakan murni meninggal dunia dikarena kekurangan oksigen akibat tenggelam,"kata Kapolsek
Dikatakannya lagi, informasi terakhir yang kita peroleh, anak korban memang sering mandi bersama rekan-rekannya di Parit tersebut.
"Kita juga peroleh keterangan kalau korban tak bisa berenang,"pungkasnya.