Kabar Kelumpuhan Adik Kakak Sampai ke Bupati Sambas, Ini Reaksinya

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili mengungkapkan, akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Kepala Dusun Sinar Harapan, Matni (39) menunjukkan kaki adik Hapiji, Marsidi yang melengkung, saat ia pulang dari sekolah, Kamis (8/3/2018). Gejala kaki yang dialami Marsidi mirip dengan penyakit yang diderita Hapiji. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Menanggapi kondisi penyakit yang diderita dua kakak beradik, Hapiji (17) dan Marsidi (6).

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili mengungkapkan, akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

"Akan segera saya komunikasikan dengan Dinkes dan dinas terkait, insya Allah," ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (8/3/2018).

Baca: ITTO Kunjungi Hutan Mangrove di Sungai Sepada Kubu Raya, Dihadiri Sejumlah Negara Asia

Terkait adanya keinginan Hapiji bersekolah, setelah mendapatkan kursi roda baru. Lantaran selama hidupnya tak pernah merasakan mengenyam dunia pendidikan di sekolah.

Atbah menegaskan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Tekarang dan Pemerintah Desa Sempadian.

"Iya pihak terkait di kecamatan dan desa. Untuk info yang lebih jelas dan langkah selanjutnya," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Hapiji, pemuda lumpuh berusia 17 tahun warga RT 18/ RW 09, Dusun Sinar Harapan, Desa Sempadian, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas. Ternyata memiliki adik bungsu yang masih kelas 1 SD bernama Marsidi, dengan kondisi penyakit serupa seperti yang dialami Hapiji.

Namun, Marsidi masih bisa berjalan, lantaran hanya kaki kanannya yang tidak seperti kaki anak-anak pada umumnya.

Kaki Marsidi terlihat agak melengkung, dan cukup menyulitkannya saat berjalan kaki berangkat ke sekolah, mau pun saat pulang ke rumahnya.

"Nama saya Marsidi, kelas 1 SD. Iya berangkat ke sekolah jalan kaki. Saya adiknya Bang Piji (Hapiji). Cita-cita saya mau jadi guru," ucapnya saat pulang dari sekolah.

Kendati kakinya cenderung melengkung, Marsidi mengaku saat digunakan berjalan, kakinya tak terasa sakit.

Kepala Dusun Sinar Harapan, Matni (39) membenarkan kondisi kaki Marsidi yang melengkung, sehingga diduga mengalami sakit yang sama seperti di alami Hapiji.

"Iya, kakinya memang melengkung," ujarnya, Kamis (8/3/2018).

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved