Gelar Diskusi Bersama Stake Holder Terkait, Ketua KOPI Kalbar Sebut Pilpres 2014 Jadi Rujukan

Wujud dari diskusi kecil dari kawan-kawan Jurnalis diharapkan menjadi sebuah kekuatan untuk fokus menangkal isu hoax

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mendeklarasikan Tangkal Hoaks dan Bijak Menggunakan Medsos Jelang Pilkada Serentak Kalbar 2018 pada acara Focus Group Discussion yang digelar Komunitas Peduli Informasi (Kopi) Kalbar di hotel Golden Tulip, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (27/2/2018).Diskusi ini membahas Tangkal Hoaks dan Bijak Menggunakan Medsos Jelang Pilkada Serentak Kalbar 2018. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Komunitas Peduli Informasi (KOPI) Kalbar, M Ainul Yakin menuturkan Focus Group Discusion (FGD) yang digelarnya dengan stake holder terkait karena melihat pilpres sebagai rujukan.

Maka dari itu, menurutnya, wujud dari diskusi kecil dari kawan-kawan Jurnalis diharapkan menjadi sebuah kekuatan untuk fokus menangkal isu hoax yang menjadi kekhawatiran kawan-kawan.

Baca: Gelar Sosialisasi Pilgub Kalbar 2018, Kesbangpolinmas Sambas Targetkan Pemilu Damai

Terlebih menjelang pilkada yang dikhawatirkan bisa berita menyesatkan memecah belah persatuan dan kesatuan khususnya di Kalbar.

"Inikan sebagai salah satu upaya karena kita ada ditahun politik 2018, kita juga masih PR kedepan yaitu pilpres sehingga menjadi suatu hal perlu diantisipasi," katanya, Selasa (27/02/2018).

Belum lama ini, kata dia, KOPi juga menggelar pelatihan kepada masyarakat umum dan rekan jurnalis yang diharapkan menjadi pion atau pejuang informasi yang akan menyampaikan pada masyarakat dan mengedukasi.

"Belajar dari 2014, suksesi Pilpres menjadi begitu gaduh sehingga menjadi pelajaran bagi kita sebagai komunitas peduli informasi untuk menangkal informasi yang beredar baik hoax maupun menuju ke pepecahan agar persatuan terus dapat terjaga," terangnya.

Baca: Pangdam Achmad Supriyadi Apresiasi Pemkab Sekadau

Ia pun mengatakan, berita-berita yang menyesatkan sudah mulai pihaknya pantau, begitu pula laporan dari lembaga lain.

Tidak hanya hoax, lanjutnya, namun berkonten negatif serta menyudutkan satu diantara pihak diantisipasi dengan mengedukasi masyarakat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved