TribunPontianak/

Hadiri Pembukaan Imlek 2569 dan Cap Go Meh, Ribuan Warga Padati Lapangan Kridasana

Kegiatan ini upaya kita bersama Pemerintah Kota Singkawang mewujudkan kota wisata sebagai destinasi wisata utama di Kalbar.

Hadiri Pembukaan Imlek 2569 dan Cap Go Meh, Ribuan Warga Padati Lapangan Kridasana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / TRY JULIANSYAH
Ketua Panitia Festival Cap Go Meh, Leonardi Tjhai saat memberikan sambutan pada pembukaan Festival Cap Go Meh 2018 di lapangan Kridasana, Kamis (15/2) malam 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Ribuan masyarakat menghadiri pembukaan festival budaya Imlek 2569 dan Cap Go Meh 2018. Pada malam pembukaan tersebut hadir pula Wali Kota Singkawang bersama jajaran Forkompinda di Lapangan Kridasana, Kamis (15/2) malam.

Ketua umum perayaan festival, Leonardi Tjhai mengatakan bahwa pelaksaan Imlek 2569 dan festival Cap Go Meh 2018 berdasarkan SK Walikota Singkawang yang berupaya mewujudkan Singkawang sebagai destinasi wisata utama di Kalbar. 

(Baca: Pasukan Gabungan TNI, Polri, Pol PP, dan Tokoh Masyarakat Gelar Patroli Bersama )

"Kegiatan ini upaya kita bersama Pemerintah Kota Singkawang mewujudkan kota wisata sebagai destinasi wisata utama di Kalbar. Dengan menjadikan Singkawang hebat Cap Go Meh spektakuler," ujarnya, Kamis (15/2) malam.

Ribuan masyarakat padati lapangan Kridasana di pembukaan Perayaan Imlek dan Festival Cap Go Meh 2018, Kamis (15/2) malam.
Ribuan masyarakat padati lapangan Kridasana di pembukaan Perayaan Imlek dan Festival Cap Go Meh 2018, Kamis (15/2) malam.

Ia juga mengatakan kegiatan ini untuk merajut kerukunan umat beramaga di kota Singkawang yang telah terjalin sejak lama. Karena itu panitia menurutnya telah menyiapkan berbagai agenda kegiatan 15 Februari hingga 7 Maret mendatang.

"Panitia telah menyusun acara dari 15 hingga 7 Maret, dari Acara pembukaan, pergelaran pentas seni budaya dan Expo pameran produk, taman rekreasi Thao Pin San hingga 3 maret. Kemudian kita juga menggiasi kota dengan Zodiak 12 shio tersebar di kota Singkawang," tuturnya.

(Baca: Heboh! Dampak Mengerikan Obat Sariawan Albothyl, Ini Penjelasan Ahli )

Selain itu menurutnya akan ada Perlombaan tradisional Barong sai. Pemilihan Hakka amoi. Cap Go Meh Run, pawai Tatung dilengkapi altar.

"Semua kegiatan ini tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit dan semua itu  bersumber dari kementrian Pariwista melalui dinas pariwisata kota Singkawang, Pemprov Kalbar, Pemkot Singkawang, donatur, sponsorsip yang sah dan tidak mengikat," tuturnya.

Ia berharap kegiatan dapat berjalan hingga selesai dan dapat menghibur masyarakat.

"Semoga semuanya sukses dan dapat menjadi hiburan masyarakat hingga selesai nanti," tutupnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help