TribunPontianak/

Pilgub Kalbar

Kapolres Sintang Ajak Perangi Politik Uang dan SARA di Pilgub 2018

Kapolres Sintang AKBP Sudarmin menghadiri kegiatan Deklarasi Pilkada Damai dengan Tema Tolak Politik Uang dan Lawan Politisasi SARA

Kapolres Sintang Ajak Perangi Politik Uang dan SARA di Pilgub 2018
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Kapolres Sintang AKBP Sudarmin saat melakukan Cap Lima Jari di sebuah baliho Deklarasi Pilkada Damai bertempat di Hotel My Home, Kabupaten Sintang, Rabu (14/2/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kapolres Sintang AKBP Sudarmin menghadiri kegiatan Deklarasi Pilkada Damai dengan Tema Tolak Politik Uang dan Lawan Politisasi SARA yang diselenggarakan oleh Panwaslu Sintang di Hotel My Home, Rabu (14/2/2018) pagi.

Pada kegiatan tersebut hadir Bupati Sintang Jarot Winarno, Ketua Panwaslu Sintang Fransiskus, Ketua KPU Sintang Supranto Aji, Wakil Ketua DPRD Sintang Terry Ibrahim, Dandim 1205/Stg, Kajari Sintang, perwakilan partai politik, dan tokoh masyarakat.

Baca: Tolak Politik Uang dan Politisasi Sara, Ini Tanggapan 3 Paslon Bupati Bupati

Pada sambutannya, Kapolres Sintang AKBP Sudarmin menyampaikan terima kasih kepada Panwaslu Kabupaten Sintang atas terlaksananya kegiatan Deklarasi Damai Pilkada 2018 ini.

Terutama dalam menjaga situasi kamtibmas jelang pelaksanaan Pilgub Kalbar.

"Sintang memang tidak melaksanakan namun nuansa yang ada di sini termasuk nuansa yang perlu perhatian mengingat salah satu calon merupakan putra daerah Kabupaten Sintang sehingga ini menjadi basis dan perlu menjadi perhatian khusus bagi kita semua," katanya.

Dengan adanya deklarasi yang kami sisipkan pada acara ini, ia berharap adanya deklarasi damai dapat mendukung pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat tahun 2018 di Kabupaten Sintang berjalan dengan aman lancar dan tentram.

Baca: Jelang Pilgub, Polisi Libatkan 350 Personil Dalam TFG 

"Kepada seluruh tokoh masyarakat tokoh adat tokoh agama dan tokoh pemuda serta kita semua bisa memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat. Selain itu, kami juga mengingatkan agar jangan sampai melakukan kampanye di tempat-tempat ibadah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Sintang Fransiskus mengatakan pihaknya berkomitmen dan tanggung jawab untuk memastikan integritas Pilkada dengan mengajak semua pihak untuk terlibat aspek penyelenggaraan konsentrasi dan penuh partisipasi.

"Di antara hambatan kualitas Pilkada adalah politik uang yang menjadi musuh kita bersama, karena praktek ini akan menciptakan potensi tindakan korupsi. Kemudian politisasi SARA berpotensi mengganggu persaudaraan dalam negara kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Baca: Gara-gara Kecerobohan Anggotanya, Kapolres Kayong Utara Sampaikan Permintaan Maaf

Oleh karena itu, menghadapi tantangan tersebut pihaknya mengajak semua komponen bangsa khususnya bagi pemangku kepentingan kepemiluan di tanah air untuk sama-sama mewujudkan pemilu yang bersih berkualitas dan menjunjung nilai-nilai luhur bangsa.

"Tentunya kementerian lembaga dan seluruh komponen secara sungguh-sungguh sebagai dan berkomitmen untuk mewujudkan demokrasi yang berkualitas tanpa praktik politik uang dan politisasi Sara sehingga tujuan damai dapat tercipta," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help