Stunting di Sintang Capai 44,1 Persen, Ini Penjelasan Kadiskes Harysinto Linoh

Ia menjelaskan bahwa jumlah kasus stunting di Sintang berdasarkan PSG Nasional itu ada 44.1 persen

Stunting di Sintang Capai 44,1 Persen, Ini Penjelasan Kadiskes Harysinto Linoh
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAHIDIN
Kepala Dinas Kesehatan Sintang Harysinto Linoh mendampingi Bupati Sintang Jarot Winarno saat meninjau stan-stan pada kegiatan Kampanye Hari Gizi Nasional (HGN) pada 1.000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) untuk Penurunan Stunting dan pencanangan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) di halaman Indoor Apang Semangai, Kompleks Stadion Baning, Rabu (7/2/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG -Kepala Dinas Kesehatan Sintang, Harysinto Linoh mengatakan pihaknya sudah mulai mengkampanyekan stunting di Sintang sejak tiga tahun yang lalu.

"Sebenarnya stunting ini kurang energi protein dalam jangka waktu yang lama. Kita bisa bilang ada ketidaksesuaian antara tinggi badan dengan umur. Dulu kita memikirkan berat badan dengan umur, sekarang tinggi badan dengan umur," katanya, Rabu (7/2/2018) pagi.

Ia menjelaskan bahwa jumlah kasus stunting di Sintang berdasarkan PSG Nasional itu ada 44.1 persen. Jadi dari 100 balita di Sintang ada 44 yang stunting.

(Baca: Terkait OTT BPN, Marsilinus: Jika Terbukti Harus Diusut Tuntas )

"Inilah tujuan dari acara hari ini yaitu kita mengkampanyekan Germas. Kita juga mengkampanyekan penurunan angka Stunting di Kabupaten Sintang," tambahnya.

Dikatakannya bahwa tenaga kesehatan dari Pusku, Polindes, Puskesmas sudah mengkampanyekan stunting sejak lama lewat posyandu dan penyuluhan-penyuluhan.

"Kemudian yang kita minta dari masyarakat, karena masyarakat sering lalai. Imunisasi anak sudah lengkap jadi tidak dibawa lagi ke posyandu. Padahal posyandu ini kan untuk balita di bawah lima tahun. Jadi sampai lima tahun harus dibawa ke posyandu, imunisasi harus lengkap, pemberian ASI dan yang paling penting Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help