Warga Desa Sedahan Jaya Siap Berbagi Lahan Bagi Pengungsi Gunung Agung

Diakui Wayan Rigit, bila memang warga Bali ingin bermigrasi maka ia dan warga lainnya berharap dapat menetap di Kabupaten Kayong Utara

Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MUHAMMAD FAUZI
Satu diantara korban letusan Gunung Agung Wayan Rigit yang saat ini berdomisili di Kayong Utara sejak tahun 1963 

Laporan Wartawan Tribun Potianak Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KAYONG UTARA - Satudiantara warga Bali Wayan Rigit yang pada tahun 1963 melakukan migrasi ke Kalimantan Barat, Kabupaten Kayong Utara mengatakan bahwa saat ini masyarakat Bali yang berdomisili di Desa Sedahan Jaya, sangat menyambut baik bila ada warga dari Bali yang ingin bertransmigrasi ke Kabupaten Kayong Utara.

Berdasarkan komunikasi warga di daerah Sedahan Jaya, diakuinya, masyarakat Bali akan melihat situasi Gunung Agung yang saat ini memang menjadi perhatian karena beberapa kali mengeluarkan erupsi.

(Baca: Warga di Kayong Utara Galang Dana Bagi Korban Erupsi Gunung Agung )

"Mereka katanya akan melihat situasi Gunung Agung, kalau misalnya aman mereka masih tetap tinggal disana, kalau gawat, mereka akan hijrah, dalam arti pindah tempat,"tutur Wayan Rigit, Senin (4/12/2017).

Diakui Wayan Rigit, bila memang warga Bali ingin bermigrasi maka ia dan warga lainnya berharap dapat menetap di Kabupaten Kayong Utara, khsusnya kampung Bali yang berada di Desa Sedahan Jaya.

(Baca: KPU Pastikan Informasi Hoaks Terkait Isu Bukti Dukungan )

"Kalau di Sedahan, khsusnya warga Bali mereka sangat mengharapkan datang ke Sedahan, karena disanakan keluarga kita juga,"harapnya.

Ditahun 1963 perpindahan penduduk Bali menuju Kabupaten Kayong Utara saat itu diakuinya berkisar 25 Kepala Keluarga saja, namun saat ini penduduk Bali yang sudah puluhan tahun mendiami Desa Sedahan Jaya, Kabupaten Kayong Utara sudah berjumlah sekitar 100 lebih Kepala Keluarga.

"Gunung Agung meletus kita bertransmigrasi kesini (Kayong Utara). waktu itu sekitar 25 Kepala Keluarga yang sampai ke Sedahan ini, sekarang sekitar 117 atau 137 gitulah,"ungkapnya.

Pada tahun 1963 kedatangan pertama di Kayong Utara, pihaknya berusaha mencari tempat tinggal dan lahan yang dapat digarap untuk bertani. Desa Sedahan Jaya sendiri saat ini termasuk daerah produksi padi terbesar di Kayong Utara.

"Kami pas datang ya mencari tempat (tinggal) mencari lahan untuk bertani. mata pencarian pada umumnya bertani,"jelasnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved